Jualan Makin Laris dengan Fitur Click and Collect di Blibli.com*


           Sebagai entrepreneur pemula yang mencoba peruntungan dengan berjualan online, saya merasakan bahwa berjualan melalui e-commerce maupun marketplace mampu meningkatkan volum penjualan ketimbang hanya berjualan lewat sosial media. Terlebih, tiap marketplace dan e-commerce memiliki beberapa fitur untuk membantu seller berjualan online, misalnya kemudahan upload catalog yang di-link dengan media sosial tertentu, menu copy catalog, rate seller hingga fitur iklan.

Persaingan e-commerce, semakin ke sini bisa dibilang semakin berdarah-darah. Lantas, bagaimana caranya bisa tertahan dan terus berkembang ?.  Ya, salah satunya dengan terus berinovasi. Misalnya di Tahun 2019 ini blibli.com meluncurkan dua fitur unik, yakni Fitur Click and Collect serta QR Code.  Fitur Click and Collect merupakan inovasi in store yang disasar blibli untuk kemudahan seller dalam berjualan di blibli.com
Fitur pertama yakni Click and Collect merupakan layanan khusus bagi merchant agar dapat menjual produk offline dengan menikmat pembayaran online. Nah, di fitur ini, pembeli memilih barang dan  berbelanja online di blibli.com, kemudian dengan adanya  fitur Click and Collect, pembeli bisa mengambil sendiri barang yang sudah dipesan tadi di toko merchant yang telah dipilih sesuai waktu yang bisa ditentukan sendiri.. Misalnya, saat jam istirahat kerja saya berbelanja di aplikasi blibli.com, kemudian memilih menu click dan collect di toko Alfarmart yang letaknya paling dekat dengan rumah saya. Jadi sore hari, sembali pulang ke rumah,  saya  mampir ke Alfamart mengambil belanjaan saya.
Tampaknya sederhana, namun kalau di break down, ternyata fitur click and collect ini punya beberapa keuntungan untuk pembeli :

  •           Click and Collect di blibli.com bisa mempersingkat waktu belanja. Seringkali kita bingung memilih belanjaan dan menghabiskan waktu cukup lama ketika berada di toko/groceries. Sementara kalau belanja online, kita tinggal masuk ke menu pencarian/, pilih barang, bayar, dan selesai.
  •         Click and Collect di blibli.com bisa menghemat tenaga dan tidak perlu menunggu kurir. Karena belanjanya online, jadi bisa sambil rebahan atau santai. Selesai belanja, barang bisa segera diambil di toko, tanpa perlu menunggu kurir datang. Apalagi sering kejadian kurir datang di jam kerja, sementara rumah masih kosong. Kalau barang hanya diletakkan di depan rumah/pagar, rawan kecurian. Apalagi, kalau barang belanjaan merupakan barang groceries yang masih segar, lebih rawan lagi, karena bisa kucing bisa ikut mencuri, hehehe.
  •       Click and Collect di blibli  dapat diambil maksimal 7 hari setelah dipesan. Jadi setelah selesai memesan, kita gak perlu buru-buru mengambil barang ke toko di hari yang sama. Misalnya pembeli memesan di hari senin, maka pesanan bisa diambil saat libur akhir pekan di hari minggu.
Saat ini  fitur Click dan Collect masih menjangkau kota-kota besar, yakni di Jabodetabek, Bandung, Surabaya,  Semarang, dan Bali. Mudah-mudahan nanti secepatnya Click and Collect bisa dilayani hingga ke seluruh Indonesia.

Terus, Apa saja  manfaat Click and Collect untuk seller  ?

Hati-Hati Saaat Mengkonsumsi Obat Pencahar



            Ketika mengalami konstipasi/sembelit, cara pengatasan instan yang mungkin kerap Anda lakukan adalah menggunakan obat pencahar, obat laksatif, atau ada yang menyebut obat pencuci perut. Meski pencahar dapat dengan mudah ditemukan di pasaran dan pencahar dapat dibeli tanpa resep obat, pemakaian pencahar harus sesuai rambu-rambu dan aturan agar tetap bermanfaat bagi pemakainya.

  • Pencahar Untuk Pelangsing
                      Bolehkah menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi obat pencahar?.  Well,  Obat pencahar bukanlah obat pelangsing. Saat ini banyak dijumpai kasus penyalahgunaan pencahar yang digunakan untuk menurunkan berat badan dengan tujuan melangsingkan tubuh. Memang, cara kerja pencahar dengan menguras isi perut, akibatnya makanan yang dimakan cepat dibuang sebelum diserap oleh usus. Sehingga secara tidak langsung, konsumsi pencahar secara terus menerus dapat menurunkan berat badan. 


      Namun, penggunaan pencahar dalan jangka waktu lama dapat membahayakan tubuh. Akibat digunakan terlau sering, pencahar akan mengeluarkan isi perut termasuk cairan sehingga mengkonsumsi pencahar dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu pencernaan yang dipaksa bekerja terus-menerus dapat mengalami luka yang bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Dan apabila pemakaian jangka panjang tersebut tiba-tiba dihentikan bisa jadi tubuh semakin gemuk karena usus telah terbiasa bekerja lebih aktif dan lebih efisien dalam menyerap makanan. 

  • Pencahar Untuk Anak dan Balita
            Anak-anak dan bayi cukup rentan mengalami konstipasi atau susah buang air besar.  Namun sebagai orangtua, Anda jangan buru-buru panik jika anak mengalami sembelit. Konstipasi atau sembelit sebenarnya bukanlah suatu penyakit, tetapi konstipasi atau sembelit lebih tepat disebut gejala yang dapat menandai adanya suatu penyakit atau masalah dalam tubuh. Masalah dalam tubuh tersebut termasuk masalah asupan gizi. Ketidakseimbangan gizi yang kurang serat menjadi penyebab terbesar kasus konstipasi atau sembelit pada anak dan balita. Penyebab-penyebab lain yang mungkin bisa menyebabkan konstipasi atau sembelit diantaranya kurang aktivitas fisik serta meminum obat-obat tertentu yang dapat menyebabkan sembelit misalnya antasida, fenobarbital, obat pereda nyeri, dan obat batuk yang mengandung kodein. Pada beberapa kasus, ada anak yang frekuensi BAB rendah namun konsistensi fesesnya lembek. Sehingga belum dapat dikatakan mengalami gejala konstipasi atau sembelit.

pencahar bukan pelangsing
Hati-hati mengkonsumsi pencahar. Source

Terapi Pada Anak Autis


Tulisan lama saya di Majalah Info Obat, ketimbang dibuang sayang, ya lebih baik diposting di blog. Mudah-mudahan masih relevan dan bermanfaat.

Terapi Pada Anak Autis


            Sejak tahun 1990-an terjadi peningkatan jumlah anak-anak penderita autis dari tahun ke tahun. Jangan buru-buru putus asa jika keluarga atau kerabat Anda didiagnosa menderita gangguan autis. Ketika diagnosis ditegakkan pastikan bahwa terduga penderita autis telah melewati serangkaian pemeriksaan. Gejala autisme sangat beragam tergantung dari tipe autisnya sendiri dan seringkali tidak sama antar individu dengan individu lainnya. Penegakan diagnosa yang tepat akan sangat membantu anak autis menerima terapi yang efektif dan tepat pula. Berikut serangkaian terapi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi dan kualitas hidup penderita gangguan autis.


terapi autis terdiri dari terapi biologi dan terapi behavioural
Picture source


Terapi Pada Sistem Biologi (Biological treatmen)

Biological treatment merupakan terapi pada sistem biologis/tubuh meliputi diet makanan dan obat-obatan tertentu pada penderita autis. Beberapa penelitian menunjukkan ada kaitan antara diet makanan dengan kondisi autis. Alergi pada makanan tertentu dapat mengganggu fungsi otak sehingga dapat memperberat gejala autis. Beberapa senyawa pada makanan yang dilaporkan agar dihindari penderita autis yaitu gluten (suatu protein yang dijumpai pada makanan yang terbuat dari gandum) dan kasein (protein susu hewani).
Penyakit Autis masih merupakan grey area dalam dunia kedokteran karena penyebab dan mekanisme autisme belum diketahui secara pasti. Oleh sebab itu sampai saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan autis. Obat-obat yang diberikan pada penderita autis merupakan obat simptomatis atau obat yang berfungsi mengurangi gejala dan prilaku tertentu misalnya hiperaktif, agresif, dsb.
Hampir dua puluh persen penderita autis mengalami kejang. Obat golongan antikonvulsant/antikejang bisa digunakan untuk meredakan gejalan kejang pada penderita autis. Misalnya: gabapentin, fenitoin, karbamazepin, dan natrium valproat. Penderita autis yang mengalami gejala agresif dan gelisah sampai mengganggu tidur di siang maupun malam hari diobati dengan obat penenang, seperti klorpromazin, haloperidol (tidak diberikan pada anak usia kurang dari 3 tahun), diazepam, dan alprazolam, untuk meringankan gejala tersebut. Sedangkan obat berisi kandungan amitriptilin, buspiron, metilfenidat, atau risperidon biasa diberikan pada penderita autis yang cenderung tidak bisa diam (hiperaktif) dan kadang bersikap impulsif seperti banyak bicara dan tertawa berlebih-lebihan.
Sebagian besar obat untuk terapi biologi pada penderita autis merupakan golongan psikotropika dan kerap digunakan untuk pengobatan gangguan psikis lainnya. Baik dosis maupun frekuensi pemakaian harus di bawah pengawasan dokter. Apalagi risiko dan efek samping pemakaian obat psikotropika tergolong cukup berbahaya, terutama jika penderita autis adalah balita atau anak-anak. Namun, adakalanya prilaku anak autis tidak mengganggu lingkungan di sekitarnya, sehingga tidak memerlukan pengobatan menggunakan obat golongan psikotropika.

Terapi perilaku (behavioral treatment)

Behavioral treatment sangat berpengaruh pada perkembangan anak autis lebih lanjut. Tidak semua anak autisme mengalami gangguan komunikasi, interaksi, ataupun perilaku. Pada penderita atau anak yang masih tergolong autis ringan atau sedang umumnya hanya mengalami salah satu gangguan tersebut. Segala tindakan/intervensi pun disesuaikan dengan kekurangan yang dialami penderita autis dan semakin dini intervensi atau terapi perilaku dilakukan akan semakin baik.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.ericstrins.com . Powered by Blogger.