Where will you stay?* #32 Menginap di Hotel Roditha Banjarbaru dan Hotel Ibis Style Braga, Bandung



“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bad, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more
Lagi-lagi, saya masih punya kesempatan untuk melanjutkan serial where will you stay? ini. Yang artinya, saya masih punya diberi kesempatan untuk menginap di tempat-tempat baru. Alhamdulillah.

HOTEL RODITHA, BANJARBARU, BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN
Jln. Ahmad Yani KM 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714

Ini pengalaman pertama saya berkunjung ke Kalimantan Selatan.  Berangkat jumat pulang minggu,  saya bahkan gak sempat ke Banjarmasin. Saya cuma ke Banjarbaru, karena saya akan menghadiri acara di Universitas Lambung Mangkurat. Sepanjang perjalanan dari Bandara, yang kebetulan terletak di tengah-tengah antara Banjarmasin dan Banjarbaru, saya sangat excited, karena Kalimantan Selatan sepi banget (dibadingkan dengan Kalimantan Timur)!.  Apalagi di Banjarbaru, walau saya gak sempat explore kemana-mana,karena males dan saya hanya pergi sendirian, lalu lintasnya sangat lengang.  Hanya terlihat ramai pada jam pergi dan pulang kantor aja.
Kamar Hotel Roditha Banjarbaru
kamar- Hotel Roditha Banjarbaru

                Kembali ke review hotel Roditha Banjarbaru, Kalimantan Selatan.  Jadi, memang tak banyak chain hotel well-known di Banjarbaru ini. Berbeda dengan Kota Banjarmasin yang punya pilihan hotel lebih banyak. Di Banjarbaru cuma ada Novotel, yang persis di dekat bandara dan jauh dari pusat kota banjarbaru, kemudian ada Fave Hotel Banjarbaru, yang rate nya terbilang murah, dan ternyata masih cukup jauh juga ke pusat kota (Q Mall Banjarbaru),
                Lokasi hotel Roditha paling menguntungkan karena terletak dekat sekali dengan Perempatan Tugu Ahmad Yani, persis di seberang Auditorium Universitas Lambung Mangkurat. Kalau boleh dikasih bintang, saya kasih bintang lima untuk lokasi Hotel Roditha Banjarbaru ini. Meski bukan chain hotel nasonal, tapi di Kalimantan Selatan, Hotel Roditha punya beberapa cabang. Harga menginap per malamnya antara 350K-450K.     
 Lobi Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin
Lobi- Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin

                Ukuran kamar luas, dengan ornament yang (keliatan) sudah berumur.  Selain amenities standard, kamar Hotel Roditha  juga dilengkapi kulkas, yang baru nyala kalau tamu request. Jadi saya terpaksa telepon resepsionis dulu, dan nanti ada bagian layanan servis yang datang untuk menyalakan kulkas, karena lokasi socket listriknya ada di belakang lemari, sehingga lemarinya harus digeser dulu.
                Highlight satu lagi dari Hotel Roditha, yakni menu sarapan paginya yang beragam dan enak-enak. Sedikit di atas standard hotel bintang tiga (3).
                Selama di Banjarmasin, selain menghadiri acara utama, saya cuma sempat  jalan ke Qmall Banjarbaru, ke Pasar Martapura yang banyak pilihan oleh-oleh, dan Ke Makam KH. Zaini di Martapura, Kalimantan Selatan.  Makam KH. Zaini ini akrab disebut Makam Guru Sekumpul.  Sebenarnya gak ada rencana ziarah, tapi begitu searching di google, ternyata Makam Guru Sekumpul ini merupakan atraksi yang paling dekat. Naik gojek dari Makam Guru sekumpul ke Hotel Roditha Banjarbaru ongkosnya hanya 15 ribu rupiah.  Mungkin detail cerita saya jalan-jalan ini lengkapnya akan saya ceritakan di postingan yang lain.

Kamar Twin Hotel Roditha
Kamar Twin Hotel Roditha

 Lobi Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin
Lobi Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin

               


HOTEL IBIS STYLE BRAGA, BANDUNG
Jln. Braga NO.8, Braga, Bandung, Jawa Barat, 40111
       
        Jadi saat merencanakan akan liburan ke Bandung, saya sudah mengerucutkan pilihan, hanya akan menginap di hotel daerah Braga. Alasannya : Lokasi strategis ke Asia Afrika dan Alun-Alun Bandung. Enak kalau mau jalan kaki terutama di malam hari. 
        Di Braga, cukup banyak pilihan hotel. Yang famous, Ibis Style, Artotel, Aston, dan Fave Hotel.  Yang sesuai budget ya Fave Hotel dan Ibis Style. Dari hasil melihat review dan komentar positif akhirnya saya memutuskan memesan hotel Ibis Style Braga Bandung di tiket.com, apalagi waktu itu ada promo tambahan diskon 15% dari rate awal. Lumayan banget.
Morning View dari Kamar Hotel
Morning View dari Kamar Hotel




So far, semuanya oke. Hotel bersih,  bagus, wangi, staf ramah, dengan lokasi strategis. Yang sangat biasa hanya sarapan pagi.  Biasa bukan berarti mengecewekan ya. Jadi tetap sesuai standard bintang 3. Ada sereal, bread, salad sayur, buah yang gak terlalu banyak pilihan, nasi dan lauk pauk, kue-kue dan buah yang bisa dibikin coklat fountain, bubur-bubur manis, bubur ayam, dan dua lagi pilihan makanan yang berbeda di tiap hari. Satu pilihan makanan kebarat-baratan. Hari pertama saya cobain fettucini nya, yang ternyata sangat keras dan sudah dingin. Bikin kapok untuk nyobain makanan ala westernya di hari kedua. Breadnya juga  ga banyak pilihan. Membuat saya dan suami gak excited untuk sarapan di hari kedua. Kalau saya pribadi, barangkali karena saya expected too much, jadi ketika sarapannya biasa aja, malah kecewa.
Lobby Hotel Ibis Style Braga Bandung
Lobby Ibis Style Braga Bandung

Selain sarapan, hal kedua yang mau saya ceritakan yakni kolam renangnya. Kolam renang anak Hotel Ibis Style Braga terletak di roof top hotel. Pada hari sabtu dan minggu, kolam renang dibuka seperti biasa. Nah waktu itu kebetulan kami liburan pada hari senin. Ketika sampai di lantai atas dan keluar lift, ternyata pintu menuju kolam renang dikunci. Ada instruksi kami harus menelepon resepsionis dulu untuk menggunakan kolam renang. Setelah ditelepon, info dari resepsionis, kalau kami harus menandatangi inform consent terlebih dahulu untuk penggunaan kolam renang pada weekday, dengan alasan gak ada penjaga kolam renang di hari kerja. Jadi kami turun ke bawah dulu, Setelah tanda tangan inform konsen, balik lagi ke atas, pintu menuju kolam renang udah dibukakan. Eh begitu sampai atas, ternyata anginnya gak santai. Amni main langsung nyebur aja ke kolam renang. Si bapak ikut nyebur. Dan ternyata gak sampai 10 menit, mereka keluar kolam renang. Air kolam renang dingin banget. Dinginnya benar-benar gak santai. Gak sampai 30 menit berada di roof top, kami balik lagi ke kamar, dengan baju basah, kedinginan, tapi batal berenang.
bangunan asal Hotel Wilhelmina sejak tahun 1926
bangunan asal Hotel Wilhelmina

Sekarang cerita soal bangunan Ibis Style Braga yang  ternyata pemugaran dari bangunan lama Hotel Wilhelmina yang udah dibangun sejak tahun 1926. Hotel Ibis Style Braga dekat banget sama Bank Jabar dan tentu saja Alun-Alun. Tepat di samping hotel ada Kimia Farma, lalu ada Starbucks. Kalau malam, di hari-hari tertentu, halaman depan hotel ibis style dijadikan restoran terbuka yang bergaya klasik. Jadi saat menginap, dan bingung mau kemana, malam hari nongkrong di restaurant depan hotel juga udah oke banget.  Yang juga menarik perhatian saat malam hari adalah ada Gerobak Bacang Panas tepat di samping hotel. Saya lihat di Google, jualan bacang ini masuk Google MAPS. Dengan udara Bandung yang dingin, sementara dari gerobak meruak asap bacang panas, aromanya sedap, yang beli pun ramai. Saya curiga BacangPanas Braga ini cukup terkenal. Sayangnya, saya agak ragu mencoba karena takut gak halal.  Alasan kedua, karena sudah makan malam dan kenyang. Yang jualan bacang keliatan mas-mas berkulit coklat (bukan berwajah Chinese), dan di gerobak bacang ada gambar-gambar ulama, walau saya gak tahu persis siapa. 
Next, yang juga berkesan di Ibis Style Braga Bandung adalah lobi yang terdapat playground sederhana tapi cukup luas. Anak-anak gak riweh kalau harus nunggu lama di lobi.
Playground di lobi ibis style braga
Playground sederhana tapi cukup luas di lobi




Samarinda, Agustus 2019

0 comments:

Post a Comment

thanks for your comment.

will be shown after moderation

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.ericstrins.com . Powered by Blogger.