Cara Memperpanjang Sertifikat Kompetensi Apoteker



Tahun 2019 ini sepertinya an endless struggle berkutat dengan borang. Ada banyak borang yang harus diselesaikan, mulai dari borang akreditasi program studi, borang resertifikasi kompetensi apoteker, sampai DUPAK  jabatan fungsional dosen.                
                Tahun ini sudah kedua kalinya saya memperpanjang sertifikat kompentensi. Perpanjangan pertama pada Desember 2014 silam melalui Ujian Sertifikasi Kompetensi Apoteker di Jakarta. Waktu itu biayanya 1.500.000 rupiah. Sekarang namanya sudah berubah menjadi OSCE (tapi bukan OKE OSCE yak) dengan biaya membengkak sekitar 3.500.000 rupiah. Belum lagi karena sekarang saya berdomisili di Pulau Kalimantan, sementara OSCE hanya dilakukan di kota-kota besar di Pulau Jawa, yang berarti butuh dana tambahan untuk transportasi dan akamodosi. Cara lain untuk memperpanjang sertifikat kompetensi apoteker dengan menyusun borang.  Mengisi borang untuk resertifikasi  sertifikat kompetensi apoteker ini lebih ribet, namun tentu saja lebih ekonomis  ketimbang mengikuti OSCE.
Tambahan SKP Praktek Kefarmasian diluar 50 SKP kehadiran apoteker
Tambahan SKP Praktek Kefarmasian diluar 50 SKP kehadiran apoteker 


                Nah sekarang saya akan ceritakan tata cara pengisian borang sertifikat kompentensi apoteker  beserta lampirannya secara garis besar. Sebenarnya pengisian borangnya sendiri gak lama. Yang lama adalah MEMAHAMI CARA MENGISI BORANG resertifikasi apotekernya.  Kebetulan saya memiliki beberapa contoh borang resertifikasi dari teman-teman sejawat.  Walaupun sekilas borangnya sama, tapi ada beberapa format yang sedikit berbeda.  Nah saya akan rangkum garis besar cara mengisi borang resertifikasi apoteker ini, sehingga biarpun detailnya ada perbedaan, namun intinya sama. Memahami cara mengisi borang ini penting, karena kalau sudah paham, mengerjakannya akan lebih cepat. Bahkan ada beberapa PC IAI dan PD IAI daerah tertentu yang mengadakan workshop mengenai cara mengisi borang ini.


daftar kelengkapan berkas untuk borang sertifikasi apoteker
Kelengkapan berkas utama untuk borang sertifikasi apoteker


                Untuk memudahkan, akan saya jabarkan per point di bawah ya.
  1. Borang resertifkasi ini berisi apa saja yang kita lakukan selama 5 tahun ke belakang terkait pekerjaan dan kompetensi sebagai Apoteker. Form borang yang diisi agak berbeda tergantung  spesifikasi kamu bekerja dimana.  Secara garis besar dibedakan menjadi 3: industri, PBF/distributor, dan komunitas (RS dan apotek). Dan file yang harus diisi hanya 2 file yakni : file borang dan portofolio.
  2. Borang harus memenuhi 150 SKP dan meliputi 3 unsur yakni : pekerjaan (praktik kefarmasian), pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Setiap unsur harus memiliki bukti/lampiran.
  3. Unsur pertama praktek kefarmasian. Kalau Kawan bekerja dan sudah berpraktek/mengimpementasikan ilmu kefarmasiannya, maka kedatangan saat jam kerja  selama 5 tahun ke belakang sudah bisa dapat 50 SKP (maksimal). Lampiran bukti : daftar hadir selama 5 tahun. Kalau gak punya daftar hadir atau daftar hadir sudah hilang, ya tinggal bikin lagi daftar hadir di excel .
  4. Unsur praktek kefarmasian : setelah mendapat 50 SKP dari kehadiran, apoteker bisa  menambah perolehan SKP, misalnya kalau bekerja di Apotek, ada banyak aspek/kegiatan untuk menambah SKP (tentu dengan lampiran/bukti).  Misalnya :  Penyimpanan dan Pemesanan Perbekalan Farmasi (bukti :SOP), Menjadi Pendamping Minum Obat (bukti: inform consent), mematuhi peraturan organisasi terkait praktik kefarmasian (bukti: papan nama praktik dan jas praktik).
  5. Unsur Praktek Pembelajaran : ini diperoleh dari berbagai seminar /workshop/konferensi dan kegiatan seputar kefarmasian yang tujuannya menambah kompetensi apoteker dan tentu saja ber SKP. Praktek pembelajaran yang telah diikuti apoteker diisi di Form Portofolio Apoteker (PPA).  Di portofolio ini apoteker mengisi detail acara mulai dari tanggal seminar, pelaksana, topik, hingga jumlah SKP yang diperoleh. Selain itu, ada juga pertanyaan di lembar LPP 1, LPP 2, dan LPP 3 meliputi pertanyaan refleksi, persiapan, pelaksanaan, hingga tahap evaluasi dari masing-masing seminar/kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh, dari rekapitulasi portofolio saya mengikuti 13 seminar berSKP, namun lembar LPP 1, 2, dan 3 nya hanya saya sampling ambil 3 dari 13 kegiatan pembelajaran yang telah saya ikuti.  Kemudian jangan lupa semua sertifikat discanning, dijadikan satu file PDF.
  6. Untuk Pengabdian Kepada Masyarakat : ini adalah unsur kecil namun wajib ada dalam borang resertifikasi apoteker.  Minimal setidaknya sudah mengikuti 2 kegiatan pengabdian kepada masyarakat (2 SKP). Berhubung saya tidak pernah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dari IAI, saya tetap bisa mengklaim kegiatan pengabdian masyarakat yang saya lakukan dari kampus asal ada buktinya : berupa laporan kegiatan. Untuk lampiran kegiatan pengabdian masyarakat ini juga bisa berupa foto kegiatan atau sertifikat.
Lembar Rencana Pengembangan Diri (RPD) Apoteker 5 tahun ke depan
Lembar Rencana Pengembangan Diri (RPD) Apoteker 5 tahun ke depan


Kalau sudah dirangkum ternyata tidak terlalu ribet. Saya sendiri menghabiskan waktu hampir satu bulan untuk menyelesaikan borang ini, karena memang banyak terdistraksi dengan kegiatan lain. Kalau fokus dan memang benar-benar meluangkan waktu, saya rasa gak sampai 1 minggu selesai.
Kalau mau dirunut , kawan hanya butuh 4 (empat) langkah untuk menyusun borang sertifikasi :
A) siapkan berkas KTP, kartu IAI, sertifikat kompetensi, STRA, ijasah, surat rekomendasi IAI untuk mengisi lembar identitas di file borang dan portofolio lalu scan dan jadikan satu file PDF.
B) siapkan semua sertifikat seminar/workshop dan sejenisnya untuk mengisi  portofolio  dan borang  (nomor sertiifikat, waktu, pelaksana, topic, jumlah SKP), dan bersiap menjawab LPP1, LPP2, dan LPP3.
C) Kumpulkan kembali bukti absen 5 tahun ke belakang, atau kalau hilang, ya bikin lagi absen 5 tahun ke belakang (file absen ini juga dijadikan lampiran).
D)  siapkan file file lampiran terkait unsur praktek kefarmasian dan pengabdian masyarakat mulai dari resep, daftar tilik skrining resep (DTSR), SOP, inform consent pasien, foto papan nama apoteker, foto mengenakan jas praktek, foto saat pengabdian masyarakat, dsb.  Untuk bukti yang jumlahnya banyak banget seperti DTSR dan resep, lampirkan hanya beberapa saja, yang penting sudah ada alat bukti.
E) you’re done!
Lembar Pertanyaan Reflektif untuk masing-masing kegiatan pembelajaran
Lembar Pertanyaan Reflektif untuk masing-masing kegiatan pembelajaran



Untuk PC IAI Samarinda, semua berkas borang diserahkan dalam bentuk softfile ke Sekretariat PC IAI Samarinda di Stikes Samarinda. Bentuk softfile nya bisa diburning ke CD atau lewat Flashdisk.
      Sementara ada beberapa PC IAI di kota lain, ada yang  mensyaratkan dokumen vital borang seperti FC Ijasah, FC Surat Sumpah Apoteker, FC KTP, dan FC Sertifikat Kompetensi diserahkan dalam bentuk hard file. Jadi tergantung PC dan PD IAI masing-masing daerah ya. 
                Alhamdulillah, update per tanggal 20 Juli 2019 kemarin dihubungi  verifikator borang                bahwa SKP saya sudah lengkap diverifikasi, dan tinggal menunggu proses selanjutnya (yang              mudah-mudahan lancar sampai sertifikat kompetensi apoteker terbaru terbit.
                Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi teman sejawat.  Kalau ada yang mau                       ditanyakan, silahkan komen di bawah ini.

Update : Alhamdulillah sertifikat kompentensi yang baru sudah jadi dan sudah saya ambil akhir Agustus 2019. Perpanjangan sertifikat kompetensi dengan pengisian borang tetap dikenakan biaya. Dan biayanya tergantung dari jumlah SKP yang kurang. Saya sendiri membayara 45K untuk perpanjang sertifikat kompetensi kali ini. 


Samarinda, Juli 2019

Kenapa Disebut Pomegranate dan Bukan Buah Delima?



“Buah delima”, sudah saya kenal sejak kecil. Seingat saya, delima dulu menjadi buah ‘tak dianggap’, jarang dikonsumsi, dan seringnya saya jadikan bahan dalam acara main ‘masak-masakan’.
“Pomegranate”, saya baru kenal beberapa tahun belakangan. Saat iklan di televisi berlomba-lomba menyebut nama ini. Yah…mungkin orang Indonesia lebih suka menggunakan istilah yang terkesan rumit agar memiliki citra lebih keren. Tapi tak masalah apapun namanya, mari kita ungkap kehebatan si delima.
pomegranate alias buah delima
Pomegranate Fruit alias Buah Delima. Picture source

Buku yang Saya Baca dan Film yang Saya Tonton Di Sepanjang Tahun 2019


Tahun 2019 sudah menginjak setengah perjalanan. Apa yang perlu direview dari kehidupan ?.
Saya pengen bikin list buku dan film yang sudah saya baca dan tonton di bioskop sepanjang tahun 2019 ini. Untuk urusan nonton bioskop, alhamdulillah  sudah kembali normal, setelah vakum beberapa lama. Sekarang sudah ada mbak yang bantu jagain Angga kalau siang, dan Amni sudah bisa diajak kooperatif nonton bioskop.
ebook mystupid boss versi bundling
Highlight buku of the year versi gue : Mystupid Boss



Ini list film yang sudah saya tonton di bioskop sepanjang tahun 2019.  Kebanyakan memang film superhero, genre film yang sebelum nikah gak pernah saya lirik sama sekali. Karena saya sukanya film thriller, drama komedi, drama percintaan, atau film berat lainnya. Tapi apa mau dikata, setelah menikah, karena suami hobi nonton film superhero, saya jadi ikutan nonton dan sekarang malah jadi suka dan sekarang males nonton drama.

1.       Alita :  The Battle Angel
Komen : saya gak punya expected apa-apa ketika nonton. Gak pernah lihat thriller, sinopsis, atau teasernya. Unexpected, malah ternyata filmnya bagus dan saya suka. Gambarnya bagus banget, benar-benar seperti real. Setelah pulang dari bioskop, saya baru menelisik Tentang Alita yang ternyata diadaptasi dari komik Jepang.
Nilai 8/10
2.       Shazam
Komen : Filmnya lucu, bagus, tapi di tengah terasa agak bosan dan terlalu ‘anak-anak’. Saya masih lebih suka superhero versi Marvel sih.
Nilai 6.9/10
3.       Captain Marvel
Komen : ini kisah asal-muasal Captain Marvel. Lumayan oke, as always Marvel gitu loh.
Nilai 7.9/10
4.       Avengers : Endgame
5.       Komen : gimana kalau di Endgame si Tony Stark gak mati?. Menurutku filmnya jadi gak akan sebagus, seheroik, dan seheboh Endgame versi Tony Stark Mati.
Nilai : 8.2/10
As usual, saya nonton ini gak pakai ekspektasi apa-apa. So far, ini film Spiderman terbaik yang pernah saya tonton. Film yang bikin hati hangat dengan drama ala-ala remaja, lelucon yang pas, dan cerita yang terkesan klise di awal, tapi ternyata ‘njelimet’ diakhir. Kesan lainnya, Tom Holland makin ganteng
Nilai : 8.3/10


Sekarang lanjut ke review buku yang saya baca sepanjang tahun 2019 ini. Sepanjang tahun ini, saya gak pernah lagi beli printed book. Semua buku yang saya beli e-books di google playstore.
Ini dia buku-buku yang say abaca sepanjang Tahun 2019.

1.       Kumpulon Humor Nasruddin Hoja.
Entah buku humor Nasruddin Hoja yang keberapa yang pernah saya baca. Yang jelas humor satir dan sarat makna khas Nasruddin Hoja gak pernah membuat saya bosan. Meski kerap ada beberapa cerita humor yang diceritakan berulang-rulang di beberapa buku.
Buku ini rutin sayabaca untuk pelepas penat, sebelum tidur. Jadi gak langsung sekaligus habis dibaca.  Cocok buat bacaan pelepas lelah yang juga reflektif.
NIlai 7/10

2.       Mommyclopedia: Panduan Lengkap Merawat Batita oleh Dr. Meta Hanindita Sp.A

Tahu dokter Meta ini awalnya dari forum ibu-ibu yang merekomendasikan Instagram beliau. Beda dengan beberapa pakar kesehatan anak lainnya yang menurut saya kalau menjelaskan suka serba ‘terlalu’. Dokter Meta ini menjelaskan dengan sederhana, logis, science base, dan minim intervensi. Saya seketika langsung menyukai Dokter Meta. Akhirnya ketemua Buku Mommyclopedia yang edisi Batita. Ada beberapa seri buku Mommyclopedia ini, mulai dari tips merawat bayi, hingga MPASI.
Salah satu buku kesehatan anak popular yang menurut saya sangat recommended. Bukunya full color, penjelasannya runut, bahasa sederhana, dan banyak ilustrasi. Cocok banget buat dikoleksi ibu-ibu muda yang punya anak bayi sampai balita.
Nilai : 8/10

3.       Anak Muda Miliarder Saham oleh Andika Sutoro Putra

Buku ini awalnya saya Cuma baca sampelnya aja. Eh ternyata cara berceritanya bagus. Jadi gak hanya menjelaskan secara teknis mengenai jual beli saham, tapi si Andika Sutoro juga bercerita mengenai latar belakang kehidupan dia, hingga hal-hal non teknis seputar investasi saham, management keuangan, sampai upgrade kepribadian.
Recommended buat kamu yang pengen baca bacaan ringan tapi juga berisi seputar investasi saham.
Nilai 7.9/10

Penghamba Pageviews dan Halaman Pertama Google



Sebelum married, saya sempat berada di fase rajin banget travelling. Dalam satu bulan pasti ada aja keluar kota, entah untuk perjalanan dinas, urusan keluarga, atau murni jalan-jalan. Sempat kepikiran dulu mau jadi travel blogger. Ya, sekali lagi gak diniatin.
Sekarang, ketika sudah menikah dan punya dua anak, frekuensi travelling jauh menurun. Sempat kepikiran mau jadi blogger yang fokus di segmen  parenting, kok kayaknya saya merasa belum mumpuni walaupun sudah  punya anak dua.
Ada satu lagi segmen blog yang seharusnya bisa jadi peluang karena mumpini. Yakni segmen  kesehatan terutama obat.  Karena memang sebagai dosen saya terus belajar (literally), dan sebagai praktisi di apotek, saya juga punya pengalaman di lapangan.
earning money from blog
Earning Money from Blog 


Sayangnya ya, kalau bikin tulisan atau artikel tentang kesehatan, apalagi kalau artikelnya ‘serius’ susah banget untuk dapat muncul di halaman pertama. Pasti kalah sama situs abal-abal yang tulisan kesehatan banyakan copy paste artikel di web lain atau malah ada yang ditranslate dari  google translate, dan langsung di post di web tanpa ada editing. Seringkali juga kalau sama situs Trib*nnews atua web jualan obat herbal yang 'katnaya' bisa menyembuhkan segala macam penyakitYes, SEO memang mengalahkan segalanya.  Satu problem yang menurut saya sulit diatasi di dunia perbloggingan.  Kualitas tulisan (yang enak dibaca) sulit terindeks google di halaman pertama, kalau gak pinter-pinter mengolah kata kunci  dan bermain SEO. Apalagi kalau kita gak rajin main sosmed untuk men-share tulisan yang telah di post di blog.  Jadi kunjungan blog hanya mengandalkan organic search, bukan referral link, direct link, atau sejenisnya.  Iya, saya sendiri termasuk tipikal ini. Malas share di sosmed, malas share di forum, gak punya follower banyak, tapi suka menulis blog, dan hanya mengandalkan tulisan blog dibaca orang dari organic search, sementara kemampuan SEO saya sangat minim.

penghamba pageviews dan page one
Masihkah kamu nge blog diantara hingar bingar youtuber? 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.ericstrins.com . Powered by Blogger.