Pengalaman Berjualan Di Blibli.com


Hold On! Jadi, sebelum Maret benar-benar berakhir, biarkan saya menyelesaikan satu postingan lagi.  Posting ini jadi semacam hutang, karena tujuan utama saya memang untuk share pengalaman pribadi saya ya selaku merchant yang (pernah) berjualan di blibli.com
pengalaman berjualan di blibli
pengalaman berjualan di blibli


Nah, Kalau Kawan merchant atau punya toko online yang pernah berjualan di Lazada.co.id, Zillingo.co.id, atau e-commerce sejenis, mungkin gak asing dengan cara  berjualan di blibli.com. Cara berjualan di blibli.com ini sedikit berbeda dengan marketplace seperti tokopedia.co.id, bukalapak.com, dan shopee.co.id.  Di blibli.com, diberlakukan sistem komisi.  Detail mengenai cara berjualan di blibli.com saya tampilkan pada point-point berikut :
·         Pertama, Kawan perlu mendaftarkan diri untuk berjualan di blibli.com.  Proses verifikasinya melalui beberapa langkah dan biasanya butul waktu lebih dari satu hari.  Kawan perlu mengisi identitas dan data diri, profil merchant termasuk NPWP. Kalau merchantnya berupa badan usaha, Kawan bisa mengisi kontak person merchant lebih dari satu orang.
·         Di Blibli.com,  merchant bisa memasukkan alamat gudang lebih dari satu tempat. PIlihan ini memudahkan bagi Kawan yang berjualan secara dropshi, atau merchant yang punya gudang lebih dari satu tempat.
·         Aturan bagi merchant yang berjulan di blibli.com cukup ketat. Jadi satu email hanya boleh mendaftarkan satu merchant (toko). Nama merchant gak bisa diubah-ubah. Kalau tidak ada kegiatan jual beli  dan upload produk dalam kurun waktu tertentu, merchant dianggap expired. Dan kalau mau berjualan lagi, makan harus buka toko baru, dengan email yang berbeda.
·         Kalau Kawan mau berjualan di blibli.com, sebaiknya baca detail mengenai aturan main terutama perjanjian komisi, denda, dan deposit.  Setiap penjualan akan dipotong komisi sebesar 5% dari penjualan.
·         Cara upload produk  di blibli.com susah-susah gampang. Kalau merchant Kawan   merupakan reseller/ bukan produsen, upload produk di blibli.com gampang sekali.  Kawan tinggal cari di catalog, dan tambahkan produk tersebut untuk dijual di merchant milik Kawan. Jadi hanya seperti menduplikasi.  Nah, bedanya kalau Kawan merupakan produsen atau produk tersebut  belum ada di catalog produk blibli.com, Kawan  perlu mendaftarkan produk tersebut terlebih dahulu.  Jadi nanti tinggal diisi kolom-kolom sesuai spesifikasi produk dan gambar produk yang berlatar belakang  putih. Untuk pemilihan merek produk, harus merupaka merek yang sudah terdaftar di blibli.com. Nah bagaimana kalau kita mau mengupload produk baru dengan merek baru di blibli.com?.  Untuk merek baru, maka Kawan perlu mendaftarkan merek dengan menghubungi langsung merchant care (bisa via email) blibli.com.
·         Waktu respon terhadap pesanan yang diterima merchant di blibli.com terbilang cukup panjang dibandingkan waktu respon yang disediakan marketplace lain seperti  tokopedia, bukalapak, dan shopee.  Namun finalti yang diterima juga lebih berat.  Apabila merchant tidak merespon pesanan sampai limit waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan finalti berupa dendan 100.000 rupiah per pesanan.

·         Biaya jualan di blibli.com sih gratis, tapi tiap merchant harus ada deposit 500.000 rupiah. Mungkin untuk antisipasi dendan tidak merespon pesanan tadi. Deposit ini hanya bisa diambil/dicairkan saat toko akan tutup/berhenti berjualan di blibli.com.  Tapi tenang aja, uang deposit sebesar 500.000 rupiah itu gak harus ditransfer merchant, tapi diakumulasi dari jumlah perjualan pertama.  Nanti kalau jumlah penjualan  telah melewati angka 500.000, baru selebihnya uang penjualan bisa dicairkan.
·         Pencairan hasil penjualan di blibli.com tidak bisa dilakukan tiap saat.  Transfer hasil penjualan  dilakukan otomatis selama dua kali dalam seminggu. Jadwal pencairan dana dipisah antara hasil penjualan produk dan penggantian ongkos kirim.   
·         Dengan catalog produk yang sama, maka kompetisi pedagang di blibli.com hanya melalui persaingan harga dan rate merchant. Kalau Kawan pernah belanja di blibli.com, ketika melihat catalog produk, maka akan muncul tawaran harga produk terendah saat itu. Tidak ada fitur chat pribadi ke pelanggan, hanya ada diskusi produk yang bisa dilihat siapa saja.
·         Dengan adanya catalog produk dan jumlah gudang dengan lokasi berbeda, berjualan di blibli.com cocok untuk dropshipper. Sayangnya, karena persaingan harga yang cukup telak dan masih adanya potongan komisi, maka yang bisa berjualan benar-benaar dropsipper atau reseller yang bisa dapat harga murah.

Konklusi saya sih, blibli.com memiliki segment merchant yang benar-benar niat mau jualan.  Misalnya official store, official distributor, atau toko online yang sudah dikelola secara professional.  Blibli.com  tidak untuk pemain receh seperti ibu-ibu yang nyari tambahan dengan jualan online atau dropshipper yang pasang harga lebih mahal dari toko resmi. Dengan catalog produk yang sama dan selama ada yang jual lebih murah, ya produk kita gak bakal laku.
Saya sendiri sudah berhenti berjualan di blibli.com per februari 2019 lalu. Ya karena belum bisa mengelola secara profesional plus karena persaingan harga dan potongan komisi 5%, ya yang ada malah sering rugi. Hehehe.

Samarinda, Maret, 2019.

4 comments:

  1. Terima kasih mba untuk pengalamannya.

    Apakah pesanan mengalir deras mba di blibli mengingat mereka sangat masif melakukan iklan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo. ya itu tergantung ya. klo sudah ada review/bintangnya, biasanya lebih laris. jadi ada barang yang laris banget, ada barang yang bisa g ada penjualan sama sekali

      Delete
  2. Klo masalah pengiriman barang gimana gan? Kan Blibli gratis ongkir. Apa kita yang antar ke gudang Blibli terdekat atau gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita ilangsung ke kurir. nanti dari blibli yang mengganti ongkos kirimnya. kecuali kalau kita pakai jasa pengiriman disediakan oleh blibli.com, yang berarti barang kita disimpan digudang blibli.com, sehingga kalau ada penjualan, nanti pihak blibli yang menyiapkan.

      Delete

thanks for your comment.

will be shown after moderation

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.ericstrins.com . Powered by Blogger.