Tempat Makan (Enak) di Samarinda #4* Rumah Makan D’Penyetz dan D’Cendol, Samarinda, Kalimantan Timur


Kalau mau makan keluar, selalu deretan pertanyaan di bawah ini  keluar dari mulut saya atau suami.
“Mau makan dimana kita?”
“Mau makan dimana malam ini?”
“Lah kamu mau makan apa? “
“ Terserah aja mau makan apa?”
“ Aduh bingung ni, mau makan dimana kita?”.

                Begitulah, karena kami sekeluarga termasuk sering makan di luar rumah.  Minimal seminggu ada 2-3 kali makan sekeluarga di luar rumah.  Karena saya emang gak punya asisten rumah tangga. Jadi kalau pengen istirahat atau sedang sibuk, berarti saya gak masak. Kalau saya g masak, pilihannya ya beli bungkus, pesan go-food, atau makan keluar. Pilihan-pilihan yang selalu saja membuat saya dan suami kebingungan. Bosan, eneg, jauh, ramai,  atau tidak sesuai budget. Itu adalah alasan kami menolak makan di suatu rumah makan.

Sedangkan yang jadi pertimbangan kami memilih makan langsung suatu restoran :
1.       Pertama,  selera atau sedang ingin makan apa saat itu?
2.        Lokasi rumah makan yang jauh atau tidak dari rumah
3.      Restoran/ Tempat makannya nyaman gak untuk makan sekeluarga dengan anak kecil/balita
4.       Biaya makan di restoran atau rumah makan sesuai budget.

Sementara di Samarinda, entah mengapa tak banyak restoran atau tempat makan yang memenuhi empat kriteria tersebut bagi kami. Apalagi sekarang banyak yang bermunculan itu restoran/rumah makan dengan menu korea yang langsung masak di tempat/BBQ. Kami jarang sekali makan di restoran dengan menu korea.  Alasan pertama, karena tak sesuai selera saya dan suami. Kedua, perlu kewaspaaan tingkat tinggi karena bawa bayi dan balita, sementara kami harus memasak sendiri makanannya di meja. Lengah sedikit saja, tangan anak bisa menyentuh pemanggang atau kompor yang sedang menyala.

D’Penyetz  & D’Cendol Samarinda

Jln. Gatot Subroto, Samarinda
Jln Abdul Wahab Syahranie No.23, Samarinda
Harga makanan dan minuman : 8K – 60K

                Nah, soal tempat makan favorit, diantara sekian rumah makan yang masuk list kami, adalah Restoran D’Penyetz n D’Cendol. Memang kebanyakan rumah makan/restoran yang masuk list langganan kami makan adalah restoran tipe frenchise ataupun cabang. Termasuk D’Penyetz and D’Cendol ini. Di Samarinda, rumah makan D’Penyetz and D’cendol ini memiliki dua cabang, yakni di Jalan Gatot Subroto dan di Jalan AW Sjahranie.

Spot untuk foto di D'Penyetz & D'Cendol Samarinda
Spot Foto do D'Penyetz & D'Cendol

Obat Asam Urat Alami dari Tumbuhan*


Beberapa tahun terakhir trend pengobatan back to nature atau pengobatan menggunakan bahan alami kembali menjadi trend. Selain relatif murah, keamanan menjadi pertimbangkan utama bagi Anda yang memilih menggunakan obat-obat herbal dibandingkan pengobatan konvensional atau obat-obat sintetik. Apalagi untuk penyakit degeneratif atau penyakit yang disebabkan penurunan kondisi tubuh karena usia, seperti penyakit asam urat. Berbagai herbal yang berasal dari tanaman tropis khas Indonesia telah terbukti baik secara empiris maupun ilmiah, mampu mengobati asam urat dan mencegah komplikasi lebih lanjut akibat penyakit asam urat. 
 uric acid illustration
Source : shutterstock.com

Berikut beberapa tanaman yangmemiliki khasiat sebagai obat asam urat alami

Seledri (Apium graveolens L.)
           
Seledri sangat gampang diperoleh dan kerap dijadikan bumbu dalam masakan. Hampir semua bagian tanaman seledri seperti daun, biji, bonggol, maupun batang seledri mampu mengobati asam urat. Seledri memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid apiin, apigenin dan flavonol. Flavonoid apiin bersifat sebagai urikosik yang menghambat enzim xantin oksidase, suatu enzim yang bertanggung jawab terhadap pembentukan asam urat. Seledri pun memiliki efek diuretik yang memperbanyak produksi urin sehingga mengurangi kadar asam urat dalam tubuh terutama endapan asam urat di ginjal. Efek diuretik ini dapat mencegah komplikasi gangguan ginjal yang sering ditemui pada penderita asam urat kronis. Hebatnya lagi seledri juga dapat memperbaiki fungsi hormon dan menurunkan tekanan darah.
            Penelitian terhadap fraksi etanol dari rebusan daun seledri yang diberikan  pada dosis  73,82 mg/kg berat badan  pada ayam kampung jantan yang telah dikondisikan hiperurikemia (kadar asam urat tinggi) ternyata mampu mengurangi asam urat lebih dari 50%.

Secang (Caesalpinia sappan L.)
           
Bagian kulit kayu secang telah banyak diolah untuk minuman sehari-hari seperti layaknya teh. Kulit kayu secang telah lama digunakan masyarakat untuk mengobati asam urat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rebusan kayu secang dosis 1600 mg/kg BB mampu menurunkan kadar asam urat serum darah ayam kampung jantan hiperurikemia. Hasil penelitian ini juga membuktikan penurunan kadar asam urat darah oleh infus secang bahkan lebih besar dibandingkan dengan ayam yang diberi allopurinol, yaitu obat sintetis untuk asam urat. Artinya rebusan kayu secang lebih efektif mengobati asam urat ketimbang allopurinol.
            Kayu secang memiliki senyawa golongan flavonoid yang berefek sebagai antioksidan.  
Antioksidan ini mempunyai kemampuan untuk menghambat aktivitas enzim xantin oksidase melalui peredaman radikal bebas. Sebab radikal bebas dapat menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi pada enzim xantin oksidase sehingga terbentuk asam urat. Flavonoid juga berfungsi sebagai anti radang sehingga mengurangi inflamasi saat terjadi serangan akut asam urat.

Krisan (Chrysanthemum sinense L.)
            Selain teh dari daun teh (Camellia sinensis L.), ada juga teh yang terbuat dari seduhan bunga krisan. Rasanya pun tak kalah nikmat. Di samping nikmat, bunga krisan juga menyimpan khasiat sebagai antioksidan dan dapat mencegah penyakit asam urat. Sebuah penelitian membuktikan bahwa ekstrak etanol bunga krisan dapat menghambat terbentuknya asam urat pada hewan mencit.
            Bunga krisan pun mudah diperoleh baik di swalayan atau supermarket. Biasanya dalam bentuk bunga kering dan dapat diminum sebagai minuman instan. Bahkan bisa divariasi misal dengan menambahkan madu sebagai penyedap rasa.

Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
            Kumis Kucing memang sudah lazim digunakan sebagi tanaman obat. Bagian tanaman kumis kucing yang berada di atas tanah atau sering disebut bagian herba bermanfaat untuk mengobat asam urat.  Kumis kucing bersifat sebagai antiradang, peluruh air seni (diuretik), dan dapat melarutkan batu ginjal, sehingga efektif untuk mencegah batu ginjal yang dapat terjadi akibat menderita asam urat terlalu lama. Sedangkan sifat diuretik kumis kucing dapat mengeluarkan asam urat  dari dalam tubuh.
            Berbagai khasiat kumis kucing tersebut karena kumis kucing memiliki senyawa-senyawa seperti flavonoid polimetoksi, garam kalium, dan saponin. Apabila sulit mendapatkan di pasar, tanaman hebat ini ternyata mudah untuk ditanam dan dipelihara. Apalagi ukuran tanaman kumis kucing yang tidak begitu besar sehingga tidak akan menyita pekarangan rumah Anda.

Jualan Makin Laris dengan Fitur Click and Collect di Blibli.com*


           Sebagai entrepreneur pemula yang mencoba peruntungan dengan berjualan online, saya merasakan bahwa berjualan melalui e-commerce maupun marketplace mampu meningkatkan volum penjualan ketimbang hanya berjualan lewat sosial media. Terlebih, tiap marketplace dan e-commerce memiliki beberapa fitur untuk membantu seller berjualan online, misalnya kemudahan upload catalog yang di-link dengan media sosial tertentu, menu copy catalog, rate seller hingga fitur iklan.

Persaingan e-commerce, semakin ke sini bisa dibilang semakin berdarah-darah. Lantas, bagaimana caranya bisa tertahan dan terus berkembang ?.  Ya, salah satunya dengan terus berinovasi. Misalnya di Tahun 2019 ini blibli.com meluncurkan dua fitur unik, yakni Fitur Click and Collect serta QR Code.  Fitur Click and Collect merupakan inovasi in store yang disasar blibli untuk kemudahan seller dalam berjualan di blibli.com
Fitur pertama yakni Click and Collect merupakan layanan khusus bagi merchant agar dapat menjual produk offline dengan menikmat pembayaran online. Nah, di fitur ini, pembeli memilih barang dan  berbelanja online di blibli.com, kemudian dengan adanya  fitur Click and Collect, pembeli bisa mengambil sendiri barang yang sudah dipesan tadi di toko merchant yang telah dipilih sesuai waktu yang bisa ditentukan sendiri.. Misalnya, saat jam istirahat kerja saya berbelanja di aplikasi blibli.com, kemudian memilih menu click dan collect di toko Alfarmart yang letaknya paling dekat dengan rumah saya. Jadi sore hari, sembali pulang ke rumah,  saya  mampir ke Alfamart mengambil belanjaan saya.
Tampaknya sederhana, namun kalau di break down, ternyata fitur click and collect ini punya beberapa keuntungan untuk pembeli :

  •           Click and Collect di blibli.com bisa mempersingkat waktu belanja. Seringkali kita bingung memilih belanjaan dan menghabiskan waktu cukup lama ketika berada di toko/groceries. Sementara kalau belanja online, kita tinggal masuk ke menu pencarian/, pilih barang, bayar, dan selesai.
  •         Click and Collect di blibli.com bisa menghemat tenaga dan tidak perlu menunggu kurir. Karena belanjanya online, jadi bisa sambil rebahan atau santai. Selesai belanja, barang bisa segera diambil di toko, tanpa perlu menunggu kurir datang. Apalagi sering kejadian kurir datang di jam kerja, sementara rumah masih kosong. Kalau barang hanya diletakkan di depan rumah/pagar, rawan kecurian. Apalagi, kalau barang belanjaan merupakan barang groceries yang masih segar, lebih rawan lagi, karena bisa kucing bisa ikut mencuri, hehehe.
  •       Click and Collect di blibli  dapat diambil maksimal 7 hari setelah dipesan. Jadi setelah selesai memesan, kita gak perlu buru-buru mengambil barang ke toko di hari yang sama. Misalnya pembeli memesan di hari senin, maka pesanan bisa diambil saat libur akhir pekan di hari minggu.
Saat ini  fitur Click dan Collect masih menjangkau kota-kota besar, yakni di Jabodetabek, Bandung, Surabaya,  Semarang, dan Bali. Mudah-mudahan nanti secepatnya Click and Collect bisa dilayani hingga ke seluruh Indonesia.

lkeuntungan berjulalan dengan click and collect di blibli.com
Keuntungan berjualan dengan fitur Click and Collect


Terus, Apa saja keuntungan Click and Collect untuk seller  ?

Hati-Hati Saaat Mengkonsumsi Obat Pencahar



            Ketika mengalami konstipasi/sembelit, cara pengatasan instan yang mungkin kerap Anda lakukan adalah menggunakan obat pencahar, obat laksatif, atau ada yang menyebut obat pencuci perut. Meski pencahar dapat dengan mudah ditemukan di pasaran dan pencahar dapat dibeli tanpa resep obat, pemakaian pencahar harus sesuai rambu-rambu dan aturan agar tetap bermanfaat bagi pemakainya.

  • Pencahar Untuk Pelangsing
                      Bolehkah menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi obat pencahar?.  Well,  Obat pencahar bukanlah obat pelangsing. Saat ini banyak dijumpai kasus penyalahgunaan pencahar yang digunakan untuk menurunkan berat badan dengan tujuan melangsingkan tubuh. Memang, cara kerja pencahar dengan menguras isi perut, akibatnya makanan yang dimakan cepat dibuang sebelum diserap oleh usus. Sehingga secara tidak langsung, konsumsi pencahar secara terus menerus dapat menurunkan berat badan. 


      Namun, penggunaan pencahar dalan jangka waktu lama dapat membahayakan tubuh. Akibat digunakan terlau sering, pencahar akan mengeluarkan isi perut termasuk cairan sehingga mengkonsumsi pencahar dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu pencernaan yang dipaksa bekerja terus-menerus dapat mengalami luka yang bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Dan apabila pemakaian jangka panjang tersebut tiba-tiba dihentikan bisa jadi tubuh semakin gemuk karena usus telah terbiasa bekerja lebih aktif dan lebih efisien dalam menyerap makanan. 

  • Pencahar Untuk Anak dan Balita
            Anak-anak dan bayi cukup rentan mengalami konstipasi atau susah buang air besar.  Namun sebagai orangtua, Anda jangan buru-buru panik jika anak mengalami sembelit. Konstipasi atau sembelit sebenarnya bukanlah suatu penyakit, tetapi konstipasi atau sembelit lebih tepat disebut gejala yang dapat menandai adanya suatu penyakit atau masalah dalam tubuh. Masalah dalam tubuh tersebut termasuk masalah asupan gizi. Ketidakseimbangan gizi yang kurang serat menjadi penyebab terbesar kasus konstipasi atau sembelit pada anak dan balita. Penyebab-penyebab lain yang mungkin bisa menyebabkan konstipasi atau sembelit diantaranya kurang aktivitas fisik serta meminum obat-obat tertentu yang dapat menyebabkan sembelit misalnya antasida, fenobarbital, obat pereda nyeri, dan obat batuk yang mengandung kodein. Pada beberapa kasus, ada anak yang frekuensi BAB rendah namun konsistensi fesesnya lembek. Sehingga belum dapat dikatakan mengalami gejala konstipasi atau sembelit.

pencahar bukan pelangsing
Hati-hati mengkonsumsi pencahar. Source

Terapi Perilaku dan Terapi Biologis Pada Anak Autis


Tulisan lama saya di Majalah Info Obat, ketimbang dibuang sayang, ya lebih baik diposting di blog. Mudah-mudahan masih relevan dan bermanfaat.

Terapi Pada Anak Autis


            Sejak tahun 1990-an terjadi peningkatan jumlah anak-anak penderita autis dari tahun ke tahun. Jangan buru-buru putus asa jika keluarga atau kerabat Anda didiagnosa menderita gangguan autis. Ketika diagnosis ditegakkan pastikan bahwa terduga penderita autis telah melewati serangkaian pemeriksaan. Gejala autisme sangat beragam tergantung dari tipe autisnya sendiri dan seringkali tidak sama antar individu dengan individu lainnya. Penegakan diagnosa yang tepat akan sangat membantu anak autis menerima terapi yang efektif dan tepat pula. Berikut serangkaian terapi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi dan kualitas hidup penderita gangguan autis.


terapi autis terdiri dari terapi biologi dan terapi behavioural
Picture source


Terapi Pada Sistem Biologi (Biological treatmen)

Biological treatment merupakan terapi pada sistem biologis/tubuh meliputi diet makanan dan obat-obatan tertentu pada penderita autis. Beberapa penelitian menunjukkan ada kaitan antara diet makanan dengan kondisi autis. Alergi pada makanan tertentu dapat mengganggu fungsi otak sehingga dapat memperberat gejala autis. Beberapa senyawa pada makanan yang dilaporkan agar dihindari penderita autis yaitu gluten (suatu protein yang dijumpai pada makanan yang terbuat dari gandum) dan kasein (protein susu hewani).
Penyakit Autis masih merupakan grey area dalam dunia kedokteran karena penyebab dan mekanisme autisme belum diketahui secara pasti. Oleh sebab itu sampai saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan autis. Obat-obat yang diberikan pada penderita autis merupakan obat simptomatis atau obat yang berfungsi mengurangi gejala dan prilaku tertentu misalnya hiperaktif, agresif, dsb.
Hampir dua puluh persen penderita autis mengalami kejang. Obat golongan antikonvulsant/antikejang bisa digunakan untuk meredakan gejalan kejang pada penderita autis. Misalnya: gabapentin, fenitoin, karbamazepin, dan natrium valproat. Penderita autis yang mengalami gejala agresif dan gelisah sampai mengganggu tidur di siang maupun malam hari diobati dengan obat penenang, seperti klorpromazin, haloperidol (tidak diberikan pada anak usia kurang dari 3 tahun), diazepam, dan alprazolam, untuk meringankan gejala tersebut. Sedangkan obat berisi kandungan amitriptilin, buspiron, metilfenidat, atau risperidon biasa diberikan pada penderita autis yang cenderung tidak bisa diam (hiperaktif) dan kadang bersikap impulsif seperti banyak bicara dan tertawa berlebih-lebihan.
Sebagian besar obat untuk terapi biologi pada penderita autis merupakan golongan psikotropika dan kerap digunakan untuk pengobatan gangguan psikis lainnya. Baik dosis maupun frekuensi pemakaian harus di bawah pengawasan dokter. Apalagi risiko dan efek samping pemakaian obat psikotropika tergolong cukup berbahaya, terutama jika penderita autis adalah balita atau anak-anak. Namun, adakalanya prilaku anak autis tidak mengganggu lingkungan di sekitarnya, sehingga tidak memerlukan pengobatan menggunakan obat golongan psikotropika.

Terapi perilaku (behavioral treatment)

Behavioral treatment sangat berpengaruh pada perkembangan anak autis lebih lanjut. Tidak semua anak autisme mengalami gangguan komunikasi, interaksi, ataupun perilaku. Pada penderita atau anak yang masih tergolong autis ringan atau sedang umumnya hanya mengalami salah satu gangguan tersebut. Segala tindakan/intervensi pun disesuaikan dengan kekurangan yang dialami penderita autis dan semakin dini intervensi atau terapi perilaku dilakukan akan semakin baik.

Ibu Penggiat Literasi Keluarga *

Begitu mendengar kata literasi, barangkali yang terlintas dalam pikiran sebagian besar orang adalah membaca. Padahal literasi merujuk pada kemampuan berbahasa seseorang. Literasi meliputi empat aspek yakni membaca, menulis, menyimak, dan berbicara.

keterampilan berbahasa : tulis, baca, simak, bicara
Empat keterampilan berbahasa. Sumber: twitter ivan lanin

Lantas, mulai kapan kemampuan literasi harus dipelajari seorang manusia?. Sedini mungkin. Semenjak seorang manusia mulai belajar bicara, mendengarkan, menulis, dan membaca.  Seorang anak memulai mengasah kemampuan literasi sejak tahun pertama kehidupannya. Rumah menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar literasi. Orangtua, pengasuh, keluarga inti punya peran besar.
#LiterasiKeluarga, yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional, merujuk pada keterlibatan keluarga sebagai #sahabatliterasi yang berperan serta mengasah kemampuan literasi anak di rumah.
Untuk usia pra-sekolah, ada 2 hal  mulai bisa diasah yaitu: mendengar dan berbicara. Lalu, apa yang seharusnya bisa anak-anak dengar dan bicarakan di usia dini?. Salah satunya, dengan mendengarkan bacaan/cerita dari orangtua. Kegiatan, yang di kemudian hari ketika anak-anak sudah bisa bersekolah, akan membawa anak memiliki minat membaca dan menulis.
Menumbuhkan minat baca ini memang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi Indonesia. Hasil survey UNESCO tahun 2016 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan minta baca terendah kedua di dunia. Indonesia berada di urutan 60, satu tingkat d atas Botswana yang berada di urutan paling akhir.  Bandingkan dengan celoteh netizen Indonesia di media social. Warga Jakarta, melalui media sosial twitter,  dinobatkan sebagai kota paling cerewet didunia, mengalahkan Tokyo, London, dan New York, yang berada berurutan di bawah Jakarta.
                Tapi, seperti sebuah pepatah, “kita tidak bisa memperbaiki masa lalu, tapi kita selalu bisa memperbaiki masa depan”. Suatu saat, Indonesia harus bisa berada diperingkat yang lebih baik dalam urusan minat baca warganya. Orangtua, khususnya emak-emak seperti saya, punya kesempatan dan kewajiban menumbuhkan minat baca dan meningkatkan  kemampuan literasi, untuk generasi yang lebih baik di masa depan.
Saya sebagai ibu-ibu yang gemar membaca, dan memiliki dua anak yang masih berusia balita, merasakan sendiri bagaimana menanamkan kecintaan membaca pada anak itu susah-susah gampang. Susahnya dua kali, gampangnya sekali ☺.
tips ibu menanamkan literasi membaca anak
Tips bagi Ibu Untuk Menanamkan Literasi Membaca Pada Anak

Where will you stay?* #32 Menginap di Hotel Roditha Banjarbaru dan Hotel Ibis Style Braga, Bandung



“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bad, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more
Lagi-lagi, saya masih punya kesempatan untuk melanjutkan serial where will you stay? ini. Yang artinya, saya masih punya diberi kesempatan untuk menginap di tempat-tempat baru. Alhamdulillah.

HOTEL RODITHA, BANJARBARU, BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN
Jln. Ahmad Yani KM 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714

Ini pengalaman pertama saya berkunjung ke Kalimantan Selatan.  Berangkat jumat pulang minggu,  saya bahkan gak sempat ke Banjarmasin. Saya cuma ke Banjarbaru, karena saya akan menghadiri acara di Universitas Lambung Mangkurat. Sepanjang perjalanan dari Bandara, yang kebetulan terletak di tengah-tengah antara Banjarmasin dan Banjarbaru, saya sangat excited, karena Kalimantan Selatan sepi banget (dibadingkan dengan Kalimantan Timur)!.  Apalagi di Banjarbaru, walau saya gak sempat explore kemana-mana,karena males dan saya hanya pergi sendirian, lalu lintasnya sangat lengang.  Hanya terlihat ramai pada jam pergi dan pulang kantor aja.
Kamar Hotel Roditha Banjarbaru
kamar- Hotel Roditha Banjarbaru

                Kembali ke review hotel Roditha Banjarbaru, Kalimantan Selatan.  Jadi, memang tak banyak chain hotel well-known di Banjarbaru ini. Berbeda dengan Kota Banjarmasin yang punya pilihan hotel lebih banyak. Di Banjarbaru cuma ada Novotel, yang persis di dekat bandara dan jauh dari pusat kota banjarbaru, kemudian ada Fave Hotel Banjarbaru, yang rate nya terbilang murah, dan ternyata masih cukup jauh juga ke pusat kota (Q Mall Banjarbaru),
                Lokasi hotel Roditha paling menguntungkan karena terletak dekat sekali dengan Perempatan Tugu Ahmad Yani, persis di seberang Auditorium Universitas Lambung Mangkurat. Kalau boleh dikasih bintang, saya kasih bintang lima untuk lokasi Hotel Roditha Banjarbaru ini. Meski bukan chain hotel nasonal, tapi di Kalimantan Selatan, Hotel Roditha punya beberapa cabang. Harga menginap per malamnya antara 350K-450K.     
 Lobi Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin
Lobi- Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin

                Ukuran kamar luas, dengan ornament yang (keliatan) sudah berumur.  Selain amenities standard, kamar Hotel Roditha  juga dilengkapi kulkas, yang baru nyala kalau tamu request. Jadi saya terpaksa telepon resepsionis dulu, dan nanti ada bagian layanan servis yang datang untuk menyalakan kulkas, karena lokasi socket listriknya ada di belakang lemari, sehingga lemarinya harus digeser dulu.
                Highlight satu lagi dari Hotel Roditha, yakni menu sarapan paginya yang beragam dan enak-enak. Sedikit di atas standard hotel bintang tiga (3).
                Selama di Banjarmasin, selain menghadiri acara utama, saya cuma sempat  jalan ke Qmall Banjarbaru, ke Pasar Martapura yang banyak pilihan oleh-oleh, dan Ke Makam KH. Zaini di Martapura, Kalimantan Selatan.  Makam KH. Zaini ini akrab disebut Makam Guru Sekumpul.  Sebenarnya gak ada rencana ziarah, tapi begitu searching di google, ternyata Makam Guru Sekumpul ini merupakan atraksi yang paling dekat. Naik gojek dari Makam Guru sekumpul ke Hotel Roditha Banjarbaru ongkosnya hanya 15 ribu rupiah.  Mungkin detail cerita saya jalan-jalan ini lengkapnya akan saya ceritakan di postingan yang lain.

Kamar Twin Hotel Roditha
Kamar Twin Hotel Roditha

 Lobi Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin
Lobi Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin

               


HOTEL IBIS STYLE BRAGA, BANDUNG
Jln. Braga NO.8, Braga, Bandung, Jawa Barat, 40111
       
        Jadi saat merencanakan akan liburan ke Bandung, saya sudah mengerucutkan pilihan, hanya akan menginap di hotel daerah Braga. Alasannya : Lokasi strategis ke Asia Afrika dan Alun-Alun Bandung. Enak kalau mau jalan kaki terutama di malam hari. 
        Di Braga, cukup banyak pilihan hotel. Yang famous, Ibis Style, Artotel, Aston, dan Fave Hotel.  Yang sesuai budget ya Fave Hotel dan Ibis Style. Dari hasil melihat review dan komentar positif akhirnya saya memutuskan memesan hotel Ibis Style Braga Bandung di tiket.com, apalagi waktu itu ada promo tambahan diskon 15% dari rate awal. Lumayan banget.
Morning View dari Kamar Hotel
Morning View dari Kamar Hotel


Cara Memperpanjang Sertifikat Kompetensi Apoteker



Tahun 2019 ini sepertinya an endless struggle berkutat dengan borang. Ada banyak borang yang harus diselesaikan, mulai dari borang akreditasi program studi, borang resertifikasi kompetensi apoteker, sampai DUPAK  jabatan fungsional dosen.                
                Tahun ini sudah kedua kalinya saya memperpanjang sertifikat kompentensi. Perpanjangan pertama pada Desember 2014 silam melalui Ujian Sertifikasi Kompetensi Apoteker di Jakarta. Waktu itu biayanya 1.500.000 rupiah. Sekarang namanya sudah berubah menjadi OSCE (tapi bukan OKE OSCE yak) dengan biaya membengkak sekitar 3.500.000 rupiah. Belum lagi karena sekarang saya berdomisili di Pulau Kalimantan, sementara OSCE hanya dilakukan di kota-kota besar di Pulau Jawa, yang berarti butuh dana tambahan untuk transportasi dan akamodosi. Cara lain untuk memperpanjang sertifikat kompetensi apoteker dengan menyusun borang.  Mengisi borang untuk resertifikasi  sertifikat kompetensi apoteker ini lebih ribet, namun tentu saja lebih ekonomis  ketimbang mengikuti OSCE.
Tambahan SKP Praktek Kefarmasian diluar 50 SKP kehadiran apoteker
Tambahan SKP Praktek Kefarmasian diluar 50 SKP kehadiran apoteker 


                Nah sekarang saya akan ceritakan tata cara pengisian borang sertifikat kompentensi apoteker  beserta lampirannya secara garis besar. Sebenarnya pengisian borangnya sendiri gak lama. Yang lama adalah MEMAHAMI CARA MENGISI BORANG resertifikasi apotekernya.  Kebetulan saya memiliki beberapa contoh borang resertifikasi dari teman-teman sejawat.  Walaupun sekilas borangnya sama, tapi ada beberapa format yang sedikit berbeda.  Nah saya akan rangkum garis besar cara mengisi borang resertifikasi apoteker ini, sehingga biarpun detailnya ada perbedaan, namun intinya sama. Memahami cara mengisi borang ini penting, karena kalau sudah paham, mengerjakannya akan lebih cepat. Bahkan ada beberapa PC IAI dan PD IAI daerah tertentu yang mengadakan workshop mengenai cara mengisi borang ini.


daftar kelengkapan berkas untuk borang sertifikasi apoteker
Kelengkapan berkas utama untuk borang sertifikasi apoteker


                Untuk memudahkan, akan saya jabarkan per point di bawah ya.
  1. Borang resertifkasi ini berisi apa saja yang kita lakukan selama 5 tahun ke belakang terkait pekerjaan dan kompetensi sebagai Apoteker. Form borang yang diisi agak berbeda tergantung  spesifikasi kamu bekerja dimana.  Secara garis besar dibedakan menjadi 3: industri, PBF/distributor, dan komunitas (RS dan apotek). Dan file yang harus diisi hanya 2 file yakni : file borang dan portofolio.
  2. Borang harus memenuhi 150 SKP dan meliputi 3 unsur yakni : pekerjaan (praktik kefarmasian), pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Setiap unsur harus memiliki bukti/lampiran.
  3. Unsur pertama praktek kefarmasian. Kalau Kawan bekerja dan sudah berpraktek/mengimpementasikan ilmu kefarmasiannya, maka kedatangan saat jam kerja  selama 5 tahun ke belakang sudah bisa dapat 50 SKP (maksimal). Lampiran bukti : daftar hadir selama 5 tahun. Kalau gak punya daftar hadir atau daftar hadir sudah hilang, ya tinggal bikin lagi daftar hadir di excel .
  4. Unsur praktek kefarmasian : setelah mendapat 50 SKP dari kehadiran, apoteker bisa  menambah perolehan SKP, misalnya kalau bekerja di Apotek, ada banyak aspek/kegiatan untuk menambah SKP (tentu dengan lampiran/bukti).  Misalnya :  Penyimpanan dan Pemesanan Perbekalan Farmasi (bukti :SOP), Menjadi Pendamping Minum Obat (bukti: inform consent), mematuhi peraturan organisasi terkait praktik kefarmasian (bukti: papan nama praktik dan jas praktik).
  5. Unsur Praktek Pembelajaran : ini diperoleh dari berbagai seminar /workshop/konferensi dan kegiatan seputar kefarmasian yang tujuannya menambah kompetensi apoteker dan tentu saja ber SKP. Praktek pembelajaran yang telah diikuti apoteker diisi di Form Portofolio Apoteker (PPA).  Di portofolio ini apoteker mengisi detail acara mulai dari tanggal seminar, pelaksana, topik, hingga jumlah SKP yang diperoleh. Selain itu, ada juga pertanyaan di lembar LPP 1, LPP 2, dan LPP 3 meliputi pertanyaan refleksi, persiapan, pelaksanaan, hingga tahap evaluasi dari masing-masing seminar/kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh, dari rekapitulasi portofolio saya mengikuti 13 seminar berSKP, namun lembar LPP 1, 2, dan 3 nya hanya saya sampling ambil 3 dari 13 kegiatan pembelajaran yang telah saya ikuti.  Kemudian jangan lupa semua sertifikat discanning, dijadikan satu file PDF.
  6. Untuk Pengabdian Kepada Masyarakat : ini adalah unsur kecil namun wajib ada dalam borang resertifikasi apoteker.  Minimal setidaknya sudah mengikuti 2 kegiatan pengabdian kepada masyarakat (2 SKP). Berhubung saya tidak pernah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dari IAI, saya tetap bisa mengklaim kegiatan pengabdian masyarakat yang saya lakukan dari kampus asal ada buktinya : berupa laporan kegiatan. Untuk lampiran kegiatan pengabdian masyarakat ini juga bisa berupa foto kegiatan atau sertifikat.
Lembar Rencana Pengembangan Diri (RPD) Apoteker 5 tahun ke depan
Lembar Rencana Pengembangan Diri (RPD) Apoteker 5 tahun ke depan


Kalau sudah dirangkum ternyata tidak terlalu ribet. Saya sendiri menghabiskan waktu hampir satu bulan untuk menyelesaikan borang ini, karena memang banyak terdistraksi dengan kegiatan lain. Kalau fokus dan memang benar-benar meluangkan waktu, saya rasa gak sampai 1 minggu selesai.
Kalau mau dirunut , kawan hanya butuh 4 (empat) langkah untuk menyusun borang sertifikasi :
A) siapkan berkas KTP, kartu IAI, sertifikat kompetensi, STRA, ijasah, surat rekomendasi IAI untuk mengisi lembar identitas di file borang dan portofolio lalu scan dan jadikan satu file PDF.
B) siapkan semua sertifikat seminar/workshop dan sejenisnya untuk mengisi  portofolio  dan borang  (nomor sertiifikat, waktu, pelaksana, topic, jumlah SKP), dan bersiap menjawab LPP1, LPP2, dan LPP3.
C) Kumpulkan kembali bukti absen 5 tahun ke belakang, atau kalau hilang, ya bikin lagi absen 5 tahun ke belakang (file absen ini juga dijadikan lampiran).
D)  siapkan file file lampiran terkait unsur praktek kefarmasian dan pengabdian masyarakat mulai dari resep, daftar tilik skrining resep (DTSR), SOP, inform consent pasien, foto papan nama apoteker, foto mengenakan jas praktek, foto saat pengabdian masyarakat, dsb.  Untuk bukti yang jumlahnya banyak banget seperti DTSR dan resep, lampirkan hanya beberapa saja, yang penting sudah ada alat bukti.
E) you’re done!
Lembar Pertanyaan Reflektif untuk masing-masing kegiatan pembelajaran
Lembar Pertanyaan Reflektif untuk masing-masing kegiatan pembelajaran



Untuk PC IAI Samarinda, semua berkas borang diserahkan dalam bentuk softfile ke Sekretariat PC IAI Samarinda di Stikes Samarinda. Bentuk softfile nya bisa diburning ke CD atau lewat Flashdisk.
      Sementara ada beberapa PC IAI di kota lain, ada yang  mensyaratkan dokumen vital borang seperti FC Ijasah, FC Surat Sumpah Apoteker, FC KTP, dan FC Sertifikat Kompetensi diserahkan dalam bentuk hard file. Jadi tergantung PC dan PD IAI masing-masing daerah ya. 
                Alhamdulillah, update per tanggal 20 Juli 2019 kemarin dihubungi  verifikator borang                bahwa SKP saya sudah lengkap diverifikasi, dan tinggal menunggu proses selanjutnya (yang              mudah-mudahan lancar sampai sertifikat kompetensi apoteker terbaru terbit.
                Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi teman sejawat.  Kalau ada yang mau                       ditanyakan, silahkan komen di bawah ini.

Update : Alhamdulillah sertifikat kompentensi yang baru sudah jadi dan sudah saya ambil akhir Agustus 2019. Perpanjangan sertifikat kompetensi dengan pengisian borang tetap dikenakan biaya. Dan biayanya tergantung dari jumlah SKP yang kurang. Saya sendiri membayara 45K untuk perpanjang sertifikat kompetensi kali ini. 


Samarinda, Juli 2019

Kenapa Disebut Pomegranate dan Bukan Buah Delima?



“Buah delima”, sudah saya kenal sejak kecil. Seingat saya, delima dulu menjadi buah ‘tak dianggap’, jarang dikonsumsi, dan seringnya saya jadikan bahan dalam acara main ‘masak-masakan’.
“Pomegranate”, saya baru kenal beberapa tahun belakangan. Saat iklan di televisi berlomba-lomba menyebut nama ini. Yah…mungkin orang Indonesia lebih suka menggunakan istilah yang terkesan rumit agar memiliki citra lebih keren. Tapi tak masalah apapun namanya, mari kita ungkap kehebatan si delima.
pomegranate alias buah delima
Pomegranate Fruit alias Buah Delima. Picture source

Buku yang Saya Baca dan Film yang Saya Tonton Di Sepanjang Tahun 2019


Tahun 2019 sudah menginjak setengah perjalanan. Apa yang perlu direview dari kehidupan ?.
Saya pengen bikin list buku dan film yang sudah saya baca dan tonton di bioskop sepanjang tahun 2019 ini. Untuk urusan nonton bioskop, alhamdulillah  sudah kembali normal, setelah vakum beberapa lama. Sekarang sudah ada mbak yang bantu jagain Angga kalau siang, dan Amni sudah bisa diajak kooperatif nonton bioskop.
ebook mystupid boss versi bundling
Highlight buku of the year versi gue : Mystupid Boss



Ini list film yang sudah saya tonton di bioskop sepanjang tahun 2019.  Kebanyakan memang film superhero, genre film yang sebelum nikah gak pernah saya lirik sama sekali. Karena saya sukanya film thriller, drama komedi, drama percintaan, atau film berat lainnya. Tapi apa mau dikata, setelah menikah, karena suami hobi nonton film superhero, saya jadi ikutan nonton dan sekarang malah jadi suka dan sekarang males nonton drama.

1.       Alita :  The Battle Angel
Komen : saya gak punya expected apa-apa ketika nonton. Gak pernah lihat thriller, sinopsis, atau teasernya. Unexpected, malah ternyata filmnya bagus dan saya suka. Gambarnya bagus banget, benar-benar seperti real. Setelah pulang dari bioskop, saya baru menelisik Tentang Alita yang ternyata diadaptasi dari komik Jepang.
Nilai 8/10
2.       Shazam
Komen : Filmnya lucu, bagus, tapi di tengah terasa agak bosan dan terlalu ‘anak-anak’. Saya masih lebih suka superhero versi Marvel sih.
Nilai 6.9/10
3.       Captain Marvel
Komen : ini kisah asal-muasal Captain Marvel. Lumayan oke, as always Marvel gitu loh.
Nilai 7.9/10
4.       Avengers : Endgame
5.       Komen : gimana kalau di Endgame si Tony Stark gak mati?. Menurutku filmnya jadi gak akan sebagus, seheroik, dan seheboh Endgame versi Tony Stark Mati.
Nilai : 8.2/10
As usual, saya nonton ini gak pakai ekspektasi apa-apa. So far, ini film Spiderman terbaik yang pernah saya tonton. Film yang bikin hati hangat dengan drama ala-ala remaja, lelucon yang pas, dan cerita yang terkesan klise di awal, tapi ternyata ‘njelimet’ diakhir. Kesan lainnya, Tom Holland makin ganteng
Nilai : 8.3/10


Sekarang lanjut ke review buku yang saya baca sepanjang tahun 2019 ini. Sepanjang tahun ini, saya gak pernah lagi beli printed book. Semua buku yang saya beli e-books di google playstore.
Ini dia buku-buku yang say abaca sepanjang Tahun 2019.

1.       Kumpulon Humor Nasruddin Hoja.
Entah buku humor Nasruddin Hoja yang keberapa yang pernah saya baca. Yang jelas humor satir dan sarat makna khas Nasruddin Hoja gak pernah membuat saya bosan. Meski kerap ada beberapa cerita humor yang diceritakan berulang-rulang di beberapa buku.
Buku ini rutin sayabaca untuk pelepas penat, sebelum tidur. Jadi gak langsung sekaligus habis dibaca.  Cocok buat bacaan pelepas lelah yang juga reflektif.
NIlai 7/10

2.       Mommyclopedia: Panduan Lengkap Merawat Batita oleh Dr. Meta Hanindita Sp.A

Tahu dokter Meta ini awalnya dari forum ibu-ibu yang merekomendasikan Instagram beliau. Beda dengan beberapa pakar kesehatan anak lainnya yang menurut saya kalau menjelaskan suka serba ‘terlalu’. Dokter Meta ini menjelaskan dengan sederhana, logis, science base, dan minim intervensi. Saya seketika langsung menyukai Dokter Meta. Akhirnya ketemua Buku Mommyclopedia yang edisi Batita. Ada beberapa seri buku Mommyclopedia ini, mulai dari tips merawat bayi, hingga MPASI.
Salah satu buku kesehatan anak popular yang menurut saya sangat recommended. Bukunya full color, penjelasannya runut, bahasa sederhana, dan banyak ilustrasi. Cocok banget buat dikoleksi ibu-ibu muda yang punya anak bayi sampai balita.
Nilai : 8/10

3.       Anak Muda Miliarder Saham oleh Andika Sutoro Putra

Buku ini awalnya saya Cuma baca sampelnya aja. Eh ternyata cara berceritanya bagus. Jadi gak hanya menjelaskan secara teknis mengenai jual beli saham, tapi si Andika Sutoro juga bercerita mengenai latar belakang kehidupan dia, hingga hal-hal non teknis seputar investasi saham, management keuangan, sampai upgrade kepribadian.
Recommended buat kamu yang pengen baca bacaan ringan tapi juga berisi seputar investasi saham.
Nilai 7.9/10

Penghamba Pageviews dan Halaman Pertama Google



Sebelum married, saya sempat berada di fase rajin banget travelling. Dalam satu bulan pasti ada aja keluar kota, entah untuk perjalanan dinas, urusan keluarga, atau murni jalan-jalan. Sempat kepikiran dulu mau jadi travel blogger. Ya, sekali lagi gak diniatin.
Sekarang, ketika sudah menikah dan punya dua anak, frekuensi travelling jauh menurun. Sempat kepikiran mau jadi blogger yang fokus di segmen  parenting, kok kayaknya saya merasa belum mumpuni walaupun sudah  punya anak dua.
Ada satu lagi segmen blog yang seharusnya bisa jadi peluang karena mumpini. Yakni segmen  kesehatan terutama obat.  Karena memang sebagai dosen saya terus belajar (literally), dan sebagai praktisi di apotek, saya juga punya pengalaman di lapangan.
earning money from blog
Earning Money from Blog 


Sayangnya ya, kalau bikin tulisan atau artikel tentang kesehatan, apalagi kalau artikelnya ‘serius’ susah banget untuk dapat muncul di halaman pertama. Pasti kalah sama situs abal-abal yang tulisan kesehatan banyakan copy paste artikel di web lain atau malah ada yang ditranslate dari  google translate, dan langsung di post di web tanpa ada editing. Seringkali juga kalau sama situs Trib*nnews atua web jualan obat herbal yang 'katnaya' bisa menyembuhkan segala macam penyakitYes, SEO memang mengalahkan segalanya.  Satu problem yang menurut saya sulit diatasi di dunia perbloggingan.  Kualitas tulisan (yang enak dibaca) sulit terindeks google di halaman pertama, kalau gak pinter-pinter mengolah kata kunci  dan bermain SEO. Apalagi kalau kita gak rajin main sosmed untuk men-share tulisan yang telah di post di blog.  Jadi kunjungan blog hanya mengandalkan organic search, bukan referral link, direct link, atau sejenisnya.  Iya, saya sendiri termasuk tipikal ini. Malas share di sosmed, malas share di forum, gak punya follower banyak, tapi suka menulis blog, dan hanya mengandalkan tulisan blog dibaca orang dari organic search, sementara kemampuan SEO saya sangat minim.

penghamba pageviews dan page one
Masihkah kamu nge blog diantara hingar bingar youtuber? 

Menjelajah Dokter Gigi di Samarinda



Hi There!

Mei sebentar lagi berakhir, semoga masih sempat menulis satu postingan di blog ini. Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya menggunakan jasa Dokter Gigi selama tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur.  Saya pernah menggunakan jasa kontrol behel, lepas behel, membersihkan karang gigi, cabut gigi, hingga tambal gigi. Mudah-mudahan bisa jadi referensi kawan-kawan semua yang bingung mencari dokter gigi di Samarinda.

vintage dentist illustration, dokter gigi di samarinda
Vintage Dentist Illustration


Kontrol Orthodontist dan Lepas Behel

Pertama kali menggunakan jasa dokter gigi di Klinik Gigi Rissa, Jln. Kadrie Oening Samarinda, Kalimantan Timur. Klinik ini jaraknya gak terlalu jauh dari kontrakan saya dulu. Waktu itu keperluan saya kontrol behel. Di Klinik Gigi Rissa ini ada satu dokter gigi spesialis orthodontic. Dokternya perempuan tapi saya lupa namanya siapa. Gak ada hal mengesankan sih saat kontrol ini. Klinik nya terbilang g terlalu ramai dan pelayanannya cepat. Biaya kontrolnya standard kontrol orthodontist, sekitar 150-200 ribu. Selain itu saya juga pernah kontrol behel di drg. Rina Wahyu Sp.Ort  yang di jalan Vorvo, Samarinda. Biayanya sekali kontrol sekitar 200-250 ribu rupiah. Drg Rina Wahyu itu ramah, tenang, tempat prakteknya bagus dan bersih, pasien nya juga lumayan banyak. Saya sih lebih nyaman dengan drg. Rina Wahyu ini.
Setelah itu saya melepas behel medio tahun 2016. Saya coba di dokter gigi umum aja, karena kalau ke spesialis ortohodontist, nanti disuruh pasang retainer lagi. Terus terang saya udah males ngurusin behel. Apalagi saat itu baru melahirkan dan Amni masih bayi. Rasanya repot banget kalau harus pakai retainer dan kontrol rutin lagi. Akhirnya saya nekat ke Klinik Umum (saya lupa namanya) Jalan Antasari, Air Putih, Samarinda, Kalimantan Timur. Di sana ada dokter gigi umum yang akhirnya membantu saya melepas behel.  Dokter giginya perempuan, masih muda, dan kelihatan masih grogi saat melakukan tindakan. Well, this is not a good experience. Biaya lepas behelnya sekitar 700-800 ribu rupiah.

Membersihkan Karang Gigi

Saya termasuk orang yang rajin membershikan karang gigi. Selama di Samarinda,  saya sempat dua kali membersihkan karang gigi. Pertama dengan menggunakan fasilitas BPJS. Jadi dengan menggunakan BPJS, peserta bisa membersihkan karang gigi maksimal 1 kali dalam satu tahun di dokter gigi BPJS. Saya membersihkan karang gigi di Faskes I BPJS di Klinik Islamic Center, Samarinda. Sayangnya, karena menggunakan fasilitas BPJS, jadi gigi yang dibersihkan karangnya hanya gigi tertentu yang benar-benar banyak karangnya.  Karena gak puas, lain waktu saya membersihkan karang di Klinik Gigi di Jln. Antasari tepat di samping Terang Bulan Royal 88. Dokternya cowok, lumayan enak diajak diskusi, peralatan yang digunakan juga canggih. Karena gigi saya masih tergolong bersih, akhirnya dokter gigi hanya menyarankan membersihkan salah satu rahang. Biaya membersihkan karang gigi per rahang sekitar 300-450 ribu, kalau dua rahang yang dibersihkan sekitar 500-800 ribu tergantung beratnya kasus.

Cabut Gigi
                Jadi, gigi saya ini termasuk yang rapuh. Sewaktu hamil sempat gigi saya patah, namun masih tersisa sedikit pangkalnya dan tentu saja akar giginya. Mengganggu sekali karena terasa sakit serta sempat meradang dan bernanah. Saya sempat ke dokter gigi, namun disarankan untuk mencabut sisa giginya setelah melahirkan.
                Akhirnya setelah melahirkan, saya datang lagi ke dokter gigi faskes I BPJS Kesehatan, dan diberi rujukan ke RS Hermina. Kenapa dirujuk?. Karena patahan yang tersisa sangat sedikit dan sulit dikerjakan dengan alat yang dimiliki klinik.  Karena gak punya referesi apa-apa di RS Hermina saya asal aja ke dokter gigi siapapun yang saat itu sedang praktek. Gigi saya dicabut dengan drg. Oswin Widjaja. Dan walaupun masih muda, dokter Oswin ini confidence banget dan cekatan dalam melakukan tindakan. Proses pencabutan giginya sangat cepat dan hampir gak terasa sakit. Very recommended.

Gerakan #AyoHijrah dari Bank Muamalat Indonesia : Hidup Minimalis dan Hindari Riba



Kata Hijrah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  (KBBI) artinya berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan sebagainya)

Lalu,  kalau mau hijrah, apakah berarti harus pindah rumah, pindah domisili atau pindah kewarganegaraan?

Well, hijrah saat ini mengalami perluasan makna. Sekarang berhijrah berarti menuju ke arah yang lebih baik dalam hal cara hidup (way of life). Fenomen hijrah ini menggaung cukup massif. Ada banyak sekali gerakan berhijrah yang dimotori pemuka agama, tokoh, institusi, maupun selebritis. Bank Muamalat, sebagai bank syariah murni pertama di Indonesia tak ketinggalan ikut serta menggerakkan masyarakat lewat gerakan #Ayohijrah. Tentu saja point yang dikedepankan adalah #AyoHijrah dalam pengelolaan keuangan dan perbankan.

kompetisi blog gerakan #AyoHijrah Bank Muamalat 2019
Gerakan #AyorHijrah Bank Muamalat

Bicara soal uang, memang gak akan pernah cukup kalau mengikuti keinginan/hawa nafsu. Sebelumnya pernah juga saya bahas di post ini bagaimana tips berhemat ala emak-emak 
Terus kenapa sih emak-emak harus berhemat? Emangnya uang dari suami gak cukup ?. InsyaAllah selalu dicukupkan rezeki itu. Namun persoalan uang ini  memang godaannya double, kalau gak jadi kikir ya jadi boros. Emak-emak itu identik banget kalau belanja pasti nawar, tapi juga identik dengan orang yang senang belanja. Dan semenjak berumah tangga, saya paham dengan keidentikan ini. hehehe

Hidup Minimalis dan pengalihan alokasi gaya hidup ke tabungan/investasi

Hijrah keuangan  saya dimulai ketika anak pertama saya lahir tahun 2016. Fokusnya adalah hidup minimalis dan gak boros. Hidup minimalis berbeda dengan kikir ya. Hidup minimalis bagi saya adalah dengan tidak membeli barang-barang yang sebenarnya tidak saya butuhkan, atau barang yang sebenarnya masih bisa saya substitusi dengan barang lain. Sering kan kawan-kawan tergoda untuk membeli jilbab, baju, gamis, pakaian anak, jilbab anak, sepatu, sepatu anak, parfum, skincare, lipstik, dekorasi rumah, peralatan memasak, dompet lucu,  tas murah diskonan, dsb. Padahal kalau gak dibeli pun, barang-barang tersebut sudah kita miliki di rumah, dan kita gak akan sakit atau kenapa-kenapa dengan tidak membeli barang tersebut. Nah, budget yang seharusnya saya gunakan untuk membeli barang-barang tersebut, bisa saya alokasikan untuk investasi atau tabungan anak. Dengan uang 100 ribu rupiah kita sudah bisa beli reksadana kok. Sayangnya, saya belum konsisten untuk tiap bulan untuk mengubah alokasi dana  gaya hidup ke investasi.

#AyoHIjrah Hidup minimalis dan tanpa riba
#AyoHijrah Hidup Minimalis dan Tanpa Riba

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.ericstrins.com . Powered by Blogger.