Mendaftarkan Merek Langsung Di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (DJHKI) Kemenkumham


Tulisan kali ini  mengenai  pengalaman saya mendaftarkan merek dagang di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kemenkumham.  Pertama, pendaftaran merek lewat konsultan HKI, dan kedua kalinya mendaftarkan langsung di Kantor Wilayah Kemenkumham di Kalimantan Timur.

Jasa pendaftaran merek dagang sendiri sangat lumrah  ditemukan di dunia maya. Kisaran harganya bervariasi, mulai dari 3.000.000- 3.500.000 rupiah.

contoh form pendaftaran merek
Contoh form pendaftaran merek halaman 1 dan 2


Pengalaman saya sendiri, pertama kali mendaftarkan merek dagang menggunakan jasa konsultan HKI dengan biaya 3 juta rupiah.  Biaya ini all in ya, termasuk biaya pendaftaran dan jasa konsultannya. Saya tahu beres. 
Yang perlu saya siapkan hanya merek, logo,  kelas pendaftaran barang, NPWP badan usaha atau pribadi, tergantung mau didaftarkan atas nama pribadi atau badan usaha, foto KTP, dan kalau mendaftarkan atas nama badan usaha, maka perlu ditambahkan dokumen lain seperti akte pendirian badan usaha dan stempel. Semua kelengkapan persyaratan ini bisa dalam bentuk softfile. Proses pendaftaran merek lewat konsultan HAKI ini cukup cepat, gak sampai 3 hari.

Waktu itu, saya memang gak punya clue apa-apa soal bagaimana cara pendaftaran merek  dagang. Pernah sekali waktu saya berkunjung ke web Dirjen HKI. Ternyata yang bisa memiliki login untuk pendaftaran merek dagang secara online hanya konsultan HKI yang sudah terdaftar. 

Berhubung posisi saya di luar Pulau Jawa, cara yang paling mudah dan murah ya lewat konsultan (yang ternyata di kemudian hari saya sadari lebih mudah dan murah mendaftarkan sendiri langsung ke DJ HKI).

Setelah merek dagang didaftarkan, sertifikat pendaftaran merek dagang baru akan keluar paling cepat satu tahun, tentunya  setelah melalui beberapa tahap. Namun, yang saya butuhkan saat itu adalah bukti pendaftaran merek dagang tersebut di Dirjen HKI.

Sayangnya, beberapa bulan kemudian, karena kecerobohan saya tidak melakukan penelusuran merek terlebih dahulu, saya mendapat kiriman surat dari Kemenkumham bahwa merek dagang yang saya daftarkan mendapatkan bantahan dari salah satu merek yang sudah terdaftar duluan.

Awalnya, saya berkonsultasi lagi dengan konsultan yang membantu mendaftarkan merek, eh malah saya ditawarin lawyers untuk mengajukan bantahan dan tentu saja proposal biaya menggunakan lawyer tersebut. Tak habis akal, saya cari second opinion, dan pergi ke kantor perwakilan kemenkumham Kalimantan Timur, dan berkonsultasi dengan staf di sana.

Jadi pada prinsipnya, merek itu tidak boleh sama persis, atau tidak boleh sama pada pokoknya. Jadi meskipun merek saya dan merek yang membantah saya itu tidak sama persis, tapi ada pokok yang sama. Kalaupun saya mengjukan bantahan, prosesnya akan panjang, uang yang saya keluarkan lebih banyak, dan kelangsungan usaha saya akan tersendat karena sengketa merek dagang ini.
Saran dari staf Kemenkumham, bikin merek baru, dan daftarkan lagi.

Maka saya putuskan untuk mengajukan pendaftaran merek baru., yang berarti kalau lewat konsultan, harus mengeluarkan kocek sebesar 3 juta rupiah lagi. Jumlah yang harus saya perhitungkan lagi, mengingat kelas usaha saya masih kelas UMKM yang modal dan perputaran uangnya terbatas.

Kali ini, saya putuskan untuk mengurus sendiri pendaftaran merek dagang ke Dirjen HKI. 

Lalu, apakah saya harus langsung datang ke Dirjen HKI di Jakarta?.
Well, ternyata saya bisa mendaftarkan merek dagang di Kantor Wilayah (Kanwil)  Kemenkumham yang ada di tiap provinsi di Indonesia.

Bagaiman proses pendaftaran merek dagang di Dirjen HKI?.


Prosesnya sendiri sangat mudah. Kalau saja saya tahu sejak awal, saya tidak akan menggunakan jasa konsultan HKI.

Pertama, saya datang lagi ke Kantor Kemenkumham Kalimantan Timur, ke bagian HKI. Di sana kita diberikan lembaran berupa checklist persyaratan yang dibutuhkan untuk pendaftaran merek. Ada juga form pendaftaran merek yang harus diisi. Petugas pendaftaran merek akan mengirimkan form tersebut ke email kita.

Esoknya, print  form pendaftaran merek dagang yang sudah diisi  beserta print berwarna merek dan logo yang akan didaftarkan, beserta dokumen standard lain seperti KTP dan NPWP. 

Kalau Kawan mendaftarkan merek dagang atas nama badan usaha, ada dokumen tambahan berupa legalisir akta pendirian badan usaha oleh Pengadilan Negeri setempat. Dokumen ini akan direview oleh Staf Dirjen HKI dan memakan waktu sekitar 5 hari kerja.

Terakhir, kalau dokumen kita sudah di acc oleh staf Dirjen HKI, tinggal membayar pendaftaran merek lewat bank tertentu yang sudah ditentukan. Kalau sudah dibayar, akan terinput otomatis di sistem. Bukti pendaftaran merek dagang berupa softfile akan dikirimkan staf Dirjen HKI ke email pendaftar.

Lalu, berapa biaya pendaftaran merek langsung di Dirjen HKI?

Biaya resmi mendaftarkan merek di Kemekumham 1.800.000, namun kalau kawan punya bukti surat UMKM, biayanya hanya 500.000.

Bagaimana cara mendapatkan surat UMKM ini?

Kawan harus ke dinas koperasi setempat dan mendaftarkan usaha sebagai  ijin usaha mikro (IUM). IUM ini harus berupa perorangan dan bukan badan usaha.
Karena pendaftaran merek dagang saya atas nama badan usaha, jadi saya tidak bisa mendapatkan IUM, dan tentu saja tidak bisa mendaftarkan merek sebagai UMKM.



Samarinda, September 2018

0 comments:

Post a Comment

thanks for your comment.

will be shown after moderation

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.ericstrins.com . Powered by Blogger.