Where will you stay?* #31 Pengalaman Menginap di Swiss Belhotel Borneo Samarinda



“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Swiss Belhotel Borneo, Samarinda, Kalimantan Timur
Jl. Mulawarman No.6, Samarinda, Kalimantan Timur
telpon +62(541)200888

Another review, setelah berbulan-bulan vakum.  Alhamdulillah ini staycation gratis.

Kamar swissbelhotel borneo Samarinda
Room- Swissbelhotel Borneo Samarinda


Kalau bayar sendiri, rate hotel ini sekitar 600an-800an, dengan klaim bintang 4.  Saya menginap di kamar tipe deluxe yang menurun saya agak di bawah standard hotel bintang 4, yang biasanya tersedia  bath tub dan lantai berkarpet. Kamar dan kamar mandi di Swiss-Belhotel Borneo ini cukup minimalis, dan hampir mirip dengan kamar-kamar di swiss belinn hotel yang rate nya hanya sekitar 300-400an. Yang sedikit membedakan hanya luas kamar dan amenitys yang lebih lengkap.

Kalau diperhatikan, hotel Swissbel Borneo ini terbilang tua. Saat saya menginap, sedang banyak renovasi dimana-dimana, termasuk area kolam renang, yang kelihatan airnya sudah lama tak diganti dan tak ada yang berenang.  Agak sedikit mengecewakan, karena yang paling ditunggu Amni ya berenang.

Untuk lokasi, Swissbelhotel Borneo ini terbilang strategis. Dekat dengan pelabuhan, mall, dan area Citra Niaga (pusat perdagangan) di Samarinda. Mall terdekat adalah mall Samarinda Central Plaza (SCP) yang terletak bersebelahan dan ada connecting jalan yang langsung ke mall.

Untuk view kamar, kebetulan saya mendapat kamar yang view nya langsung menghadap Sungai Mahakam. Untuk sarapan pagi, sekali lagi agak di bawah standard hotel bintang 4, terutama soal variasi. Selain menu standard seperti nasi, telur-teluran, dan roti-rotian, hanya ada bubur ayam dan satu jenis bubur manis.
Lobi swissbelhotel borneo, samarinda
Lobi-  Swissbelhotel Borneo, Samarinda

Memasak Nasi Gemuk dan Rahasia Sambal Ikan Teri


Kalau di daerah saya di Sumatra, namanya nasi gemuk, kalau di Malaysia namanya nasi lemak, kalaa di Pulau Jawa, disebut nasi uduk. Di sini, di Kalimantan, kebanyakan menyebutnya nasi kabuli. Sayangnya, cita rasa sedikit berbeda dari yang biasa saya makan di Sumatra. Terlalu light untuk rasa santan di nasinya, sambal ala kadarnya, tanpa ikan teri, dan itupun jarang yang jualan.  Saya lebih menyukai nasi gemuk versi Sumatra atau nasi lemak versi Malaysia.

                Hamil kali ini, entah mengapa, saya jadi rajin sekali bersih-bersih rumah dan memasak. Dan beberapa waktu lalu, tergiur untuk mencoba nasi gemuk dengan sambal ikan bilis/teri. Nasi gemuk yang saya bikin cita rasnaya lebih mirip nasi uduk. Beberapa kali saya sudah mencoba memasak nasi uduk dengna rice cooker. Bumbu yang saya tambahkan memang Cuma santan, jahe, serai, dan daun salam.

resep sambal nasi gemuk
Nasi gemuk dan sambalnya yang khas


Nah yang jadi incaran saya memang bagaimana membuat sambal khas yang menjadi kunci kelezatan nasi gemuk/nasi lemak versi melayu.
Kalau Kawan adalah ibu baru, yang kerap mencoba menu-menu dan resep-resep baru dari internet. Tentu paham, bahwa tak semua menu yang tertera bisa dipraktekkan atau sesuai selera kita. Apalagi kalau acuannya cookpad, dimana ada banyak sekali versi resep untuk satu jenis masakan. Awal-awal dulu saya sempat terkecoh. Namun, sekarang saya lebih berhati-hati dan lebih pandai mengkombinasikan bumbu serta mengira-ngira resep mana yang bisa dipraktekkan dan cocok di lidah.

Begitu juga dalam memasak sambal ikan teri untuk nasi gemuk kali ini. Saya sempat searching beberapa resep dari Malaysia dan cookpad, dan mencoba menggabungkannya. Well, kunci yang membuat sambal ini berbeda dari kebanyakan sambal nasi uduk adalah campuran terasi yang sudah dibakar serta ikan bilis/teri yang ikut dihaluskan bersama bahan-bahan lainnya. Dan bahan-bahan lain yang dimaksud adalah cabai keriting (bisa diganti cabai kering), sedikit cabai rawit merah agar sedikit pedas, bawang merah yang banyak serta sebiji bawang putih. Semua bahan dihaluskan pakai blender, lalu masak dengan menambahkan minyak goreng sedikit demi sedikit. Memasaknya lumayan lama, sampai benar-benar tanak. Hasilnya sambal ikan teri untuk nasi gemuk ini mirip dengan yang biasa saya makan kalau ke Kuala Lumpur. Hmm… yummy…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.ericstrins.com . Powered by Blogger.