Where will you stay?* #29 Pengalaman Menginap di Grand Serela Hotel Setiabudhi Bandung


“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bad, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Grand Serella Hotel Setiabudhi, Bandung
Jln. Hegarmanah NO.9-15, Hegarmanah, Cidadap Kota Bandung, Jawa Barat, 12630

Bagi Kawan yang sering liburan ke Bandung, pasti ga asing dengan nama Hotel Grand Serella. Sebenarnya liburan ke Bandung kali ini termasuk liburan dadakan. Saya ada urusan ke Jakarta, ya sekalian aja mampir Bandung.  Memang semenjak beberapa bulan lalu, saya memang selalu kepikiran pengen ke Bandung. Alhamdulillah kesampaian.

Hotel ini pun saya pesan mendadak,  sembari menunggu kereta ke Bandung.  Lihat review bagus, dan harganya sesuai budget, ya udah langsung di pesan. Di Bandung, hotel Grand serella sendiri ada banyak, dan terletak di beberapa lokasi. Sebenarnya untuk turis seperti kami sekeluarga yang gak bawa kendaraan, mungkin lebih cocok menginap di Serella Ciampelas, atau mencari hotel di daerah Braga, yang bisa explore sekitar dengan jalan kaki.

Di Grand Serella Setiabudhi ini sebenarnya lokasinya cukup strategis dan di tengah kota, tapi kemana-mana harus naik kendaraan lagi. Cocok sih, buat yang ke Bandung naik mobil atau bawa kendaraan. Apalagi selama dua hari liburan di Bandung, cuacanya mendung dan sering banget hujan. Tapi kalau soal harga, memang Grand Serella Setiabudhi ini rate nya yang paling murah dibandingkan dengan Grand Serella di lokasi lain.

yang sempat di foto cuma kamar mandi - Grand Serella Hotel Bandung

Kamar Mandi - Grand Serella Hotel Bandung

Hotelnya sendiri punya interior yang bagus, untuk ukuran budget hotel ya. Makan pagi beragam dan rasa makanannya enak. Malam kedua karena harga naik, kami memilih  untuk tidak memesan sarapan pagi. Kamar luas dengan standard bintang 3, dan alas karpet. Kebanyak hotel budget kan jarang kamarnya beralas karpet. Jadi pas malam kedua, ketika bangun tidur, saya kaget, karena Amni gak ada di kasur. Eh ternyata doi udah tertidur di lantai. Alhamdulillah, kalau gak pakai karpet kan udah benjol kepalanya.

Fasilitas lain hotel ini ada kidsroom dan kolam renang.  Sayang, gak sempat berenang, karena kolamnya sedang maintenance.

Maafkeun, karena saya sudah gak sempat foto-foto full kamar lagi. Foto-fotonya beberapa saya ambil dari situs lain, Masih bisa nerusin serial where will you stay ini saja udah syukur.

Superior room - Grnad Serella Hotel Bandung - Source: Agoda




Mengusahakan Menjadi Pengusaha Part 3 I Pengalaman Mengikuti PPBT 2018



Image result for perusahaan pemula berbasis teknologi



PPBT itu apa? PBBT itu singkatan dari Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, semacam kompetisi untuk perusahaan pemula (start-up) dengan inovasi teknologi tertentu yang diadakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (RIstekdikti) untuk memperoleh dana hibah.

Jadi sewaktu saya ikut PBBT ini, I have no clue, kecuali informasi dari seorang teman yang pernah ikut dan dapat dana hibah. Tapi kan saya butuh informasi lain, apalagi ada sedikit perbedaan bisnis saya dan teman saya itu. Nah, ketika mencoba searching di google, gak ada satu informasipun yang saya dapatkan,  terutama mengenai pengalaman orang-orang yang pernah ikut PPBT.

Jadi, sekarang saya mencoba menuliskan pengalaman ikut PBBT ini. Nama kompetisi dan rule(s) tiap tahunnya beda-beda sih. Pernah juga digunakan nama Kompetisi Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT).
 Jadi yang saya ceritakan ini berdasarkan pengalaman saya ikut di tahun 2018 ini. Pembukaan untuk PBBT  2018 ini dimulai sejak akhir 2017. PBBT sendiri dibagi 2 kategori, kategori PPBT yang sudah berjalan bisnisnya dan boleh diikuti oleh masyarakat umum atau badan usaha tertentu serta inkubator bisnis, dan ada kategori CPPBT, C merupakan singkatan dari Calon. Jadi untuk kategori CPPBT hanya boleh diikuti oleh perguruan tinggi di bawah LPPM, berlaku untuk produk yang sudah berbentuk prototype, dan siap dijual di pasar. Saya sendiri mengikuti kategori PPBT.

Untuk pendaftarannya tentu saja dilakukan secara online. Kalau Kawan tertarik, siap-siap di akhir tahun, biasanya sekitar bulan Oktober sudah ada pengumuman terkait kompetisi PBBT ini. Ada banyak dokumen yang disiapkan, but it worthed, karena dana hibah yang didapatkan juga lumayan banget. Untuk kategori startup, bisa dapat dana gratis ratusan juta untuk mengembangkan bisnis, ya lumayan toh?. Sebab ini dana hibah, bukan pinjaman berbunga rendah seperti LPDB ya. Jadi bentuk pertanggunng jawabannya laporan penggunaan dana tiap bulan, serta audit tahunan BPK.

Singkat cerita, saya lulus seleksi substantif. Ada sekitar 250 peserta yang lolos tahap substantif. I have no clue, berapa nantinya yang terpilih. Tapi melihat ke belakang, tahun lalu ada 100 start up yang dapat dana hibah.  Tahap kedua, yakni presentasi langsung di depan reviewer di Jakarta. Ini sebenarnya tahap yang paling menentukan. Jadi awal Februari kemarin, saya borongan, sama Amni dan Bapak Amni ke Jakarta.

Presentasinya di adakan di Hotel Sari Pan Pacific. Melihat peserta yang membawa barang-barang (produk harus ditunjukkan di hadapan juri), saya sempat minder juga. Ada yang bawa drone, bawa printer 3 dimensi, tabung gas dari limbah tebu, dan banyak produk canggih lainnya. Saya sendiri cuma bawa beberapa produk kosmetik yang saya siapkan beberapa hari sebelumnya.

Nah di seleksi presentasi ini, I though I’ve failed. Ada beberapa kesalahan yang saya buat: 1. Memang di aturan, Rencana Anggaran Belanja (RAB) tidak boleh digunakan untuk membeli peralatan komputer, bangunan, atau tanah. Nah di RAB, saya rencanakan untuk bikin workshop produksi dengna menyewa sewa. Nah ternyata itupun tidak boleh. Padahal point RAB ini cukup besar nilainya. 2. Produk saya belum diuji di laboratorium. Rata-rata produk peserta yang ikut, karena kebanyakan di bawah perguruan tinggi, sudah diuji di laboratorium 3.Produk saya, karena masih diolah dengan sederhana, jadi point plus untuk inovasi teknologi nya gak dapet. 4. Setiap peserta wajib membuat video mengenai produk. Karena gak ada keterangan lebih lanjut, saya bikinlah video tutorial mengenai cara penggunaan produk (ala-ala beauty blogger), which is ketika ditanya juri, mereka menginginkan video pembuatan produk tersebut.  Krik krik….  


menulis selalu menjadi ruang untuk kembali


Setelah sekian tahun lalu menulis post 1001 alasan nge blog, sekarang saya masih aja stick untuk menulis.  Menulis selalu menjadi pilihan dan terapi yang berhasil, plus tentu saja murah (ketimbang harus ke psikiater, jalan-jalan, atau mengentertain diri sendiri).

Dan sudah dua minggu belakangan, saya enek banget dengan instagram. Dan sekarang malah bolak balik ngecek twitter, yang ternyata masih rame juga timeline nya. Seminggu yang lalu berhasil menamatkan satu buah novel dalam kurun waktu 3 hari. And I’m so happy.

 Barangkali memang saya bukan a visual person.Saya sangat menikmati membaca tulisan. Sebanyak apapun, setebal apapun, kalau tulisannya enak dibaca, rasanya sungguh sangat menyenangkan. Barangkali juga bawaan hamil, melihat timeline dan IG story, terlalu banyak nonton youtube,  malah bikin pusing dan mual.  . Semingguan ini juga rajin banget blog walking. Baca blog orang sampai berjam-berjam.

Ya biarkan saja saya menyalahkan hormon yang sedang turun naik secapat rollercoster bikin mood turun naik. Kadang bisa nangis sendiri tanpa sebab. Dan kegalauan memikirkan kehidupan setelah melahirkan nani, mau pakai ART, mau cari baby sitter, mau pakai jasa TPA, atau mau off kerja sementara waktu. Duh…duh..duh…biarkan saya melarikan diri dulu dengan menulis, membaca, menulis, membaca, menulis, membaca…..


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.ericstrins.com . Powered by Blogger.