Tips Menghemat Pengeluaran Ala Ibu Rumah Tangga


              Ya jujur aja, nambah anak pasti nambah pengeluaran. Sebagai emak-emak yang tugasnya di rumah mengatur finansial keluarga,  saya harus memutar otak dalam menerapkan prinsip ekonomi: memaksimalkan pemasukan dan meminimalkan pengeluaran. Tak jarang, di bulan-bulan tertentu, ada pengeluaran-pengeluaran tambahan, sehingga saya harus memutar otak lebih keras, bagaimana agar bisa berhemat lebih banyak.

Dompet tebal karena banyak struk belanja dan kartu anggota berbagai macam outlet/tenant
Dompet tebal karena banyak struk belanja dan kartu anggota berbagai macam outlet/tenant

                Dengan menerapkan prinsip substitusi dan komplementer, saya melakukan beberapa hal agar bisa lebih hemat tanpa mengorbankan kebutuhan tertentu.  Berikut tips irityang sering saya gunakan untuk menghemat pengeluaran bulanan ala ibu rumah tangga:
1.        Memilih barang dengan harga yang lebih murah.

Tips memilih barang dengan harga murah ini saya gunakan untuk barang-barang kebutuhan rumah tangga,seperti:  sabun mandi, cairan pel, sabun cuci piring, detergen, tisu, minyak telon, bedak bayi, minyak goreng, dan sejenisnya. Meskipun berbeda merek, menurut saya barang-barang jenis ini gak berbeda banyak dalam hal kualitas. Selain mengandalkan harga yang lebih murah, saya biasa mengganti merek, kalau kebetulan ada produk merek tersebut sedang promo. Bagaimana cara melakukannya?. Ya tinggal belanja bulanan ke supermarket, lalu bandingkan harga produk sama yang biasa dijejer dirak secara berdekatan.
 Pokoknya untuk produk kebutuhan rumah tangga jenis ini prinsipnya: The cheaper the better.

Dulu Botol Kaca, Sekarang Kantong ASIP


           Setelah melahirkan anak keduak karena masih memiliki dua pekerjaan, maka otomatis kegiatan saya di luar rumah lebih banyak. Maka mau gak mau, saya harus setok ASIP.  Dulu sewaktu anak pertama saya, Amni, ASIP saya simpan masih menggunakan botol kaca ASI. Waktu itu saya punya beberapa lusin. Sayangnya, ketika saya sudah tidak menyetok ASIP lagi,  menyimpan botol kaca ASI berarti memakan banyak tempat.  Sehingga sebagian saya jual bersama thermal bag, sebagian lagi hilang dn ada beberapa botol plastik yang jadi mainan Amni. Sementara, alat untuk mensterilisasi botol pun sudah saya jual. Tanpa alat sterilisasi, rasanya malas banget kebut-kebutan nyuci botol, sterilisasi botol, dan menyetok ASIP.

Kantong ASIP merek BKA
Kantong ASIP merek BKA
              Jadi untuk manajemen ASI anak kedua ini, saya memanfaatkan beberapa botol yang masih saya miliki dan kantong ASI untuk menyimpan ASIP.
Kenapa memilih kantong ASI untuk penyimpanan ASIP?.
Pertama, praktis.  Kantong ASI umumnya bersifat disposable, jadi sekali pakai langsung buang, tidak repot-repot sterilisasi ulang.
 Kedua, ringan dan mudah dibawa kemana-mana, terutama saat pumping di kantor atau di luar rumah. Dan terakhir, penyimpanan kantong ASIP di dalam kulkas pun lebih hemat ruangan ketimbang botol kaca ASI.

Kekurangan kantong ASIP apa?. Ya, karena disposable, pemakaian kantong ASIP gak go green dan menambah produksi sampah, plus boros karena sekali digunakan langsung dibuang.

                Nah, jadi selama beberapa bulan ini, saya nyobain dua merek kantong ASIP, pertama Gabag dan kemarin baru beli kantong ASIP BKA. Jadi saya mau bikin review sedikit pemakaian kantong ASIP Gabag dan BKA ini.

Review Kantong ASIP Gabag.

kantong ASIP Gabag
Kantong ASIP Gabag

Sophie Paris : Inovasi QR code dan Pop Up Store


Kalau mau menyebut brand fashion pemain lama di Indonesia dengan produk-produk ekslusif, bisa jadi Sophie Paris salah satunya.  Dulunya, seingat saya sewaktu saya kecil, puluhan tahun lalu, Sophie Paris ini terkenal dengan nama Sophie Martin.

Nah, minggu lalu saya diundang di acara conference member Sophie Paris di Samarinda.  Lumayan menambah pengetahuan mengenai produk dan  strategi marketing yang Sophie Paris tawarkan saat ini.  Ternyata selain produk fashion, Sophie Paris kini juga merambah ke produk kecantikan. Bahkan Sophie Paris punya line produk khusus pria dengan merek Alive. Sementara tas dan dompet menjadi produk dengan varian paling banyak dan jadi best seller di Sophie Paris. Harga tasnya lumayan affordable dengan kisaran harga 100-400 ribu rupiah.

BB Cushion Lucu dari Sophie Paris
BB Cushion Lucu dari Sophie Paris

Tempat Makan (Enak) di Samarinda #2* Warung Makan Bebek & Ayam Goreng Pak Ndut


               
Warung Makan Bebek Pak Ndut
Alamat : Cabang 1 Warung Bebek Pak Ndut. Jln. A.W. Syahranie, Samarinda
Cabang 2 Warung Bebek Pak Ndut  , The Concept, Jln Teuku Umar, Samarinda.
Harga menu makanan :  Kisaran 8K - 80k

                Posting kedua untuk seri tempat makan di Samarinda, setelah posting pertama sekian tahun yang lalu. Bukan frekuensi makan di luar yang sedikit, tapi mengumpulkan bahan, dan terutama menyempatkan mengambil foto rumah makan yang tak sempat, bagi ibu beranak dua ini.
              Sebenarnya Warung Makan Bebek Pak Ndut ini sudah lumayan terkenal sebagai chain rumah makan dengan menu andalan bebek di seluruh Indonesia. Saya gak tahu sih sistemnya franchise atau hanya cabang dengan pemilik yang sama.

Rumah Makan Bebek Pak Ndut Samarinda
RM Bebek Pak Ndut , Samarinda

`               Tapi, di Samarinda, Warung Makan Bebek dan Ayam Pak Ndut ini bisa dibilang leader rumah makan bebek. Selalu ramai semenjak bertahun-tahun lalu. Sementara follower nya, rumah makan bebek lain, baik franchise atau nonfrenchise, sudah banyak yang gulung tikar. Pas Pulang ke Jambi, saya sempat beberapa kali lewat rumah makan Bebek Pak Ndut ini, kelihatan sepi. Not a Famous one. Heran juga, rumah makan bermerek sama, di kota berbeda, memiliki tingkat kelarisan yang berbeda.
                Kembali ke ulasan Warung Makan Bebek Pak Ndut ini. Hampir semua menua yang pernah saya cobain baik berbagai olahan bebek maupun ayam, seperti bebek original, bebek kremes, bebek dada remuk, ayamdada remuk semaunya rasanya enak dan tasty. Namun yang perlu di bold dan sulit ditemukan di rumah makan lain adalah nasi dan teh nya. Nasi diWarung Makan Bebek dan Ayam Pak Ndut ini sangat pulen, lembut, tapi gak lembek. Nasi yang membuat selera makan bertambah-tambah. Dan kalau pesan minum, saya selalu pilih teh nya. Enaaak banget. Aroma teh nya terasa pekat, bukan seperti teh-the celup biasa. Bahkan teh tawarnya pun terasa enak.  Mirip teh di Jawa.

               Soal harga, menu bebek dan ayam di Warung Pak Ndut ini berkisar antar 28 ribu sampai 35 ribu (belum termasuk pajak ). Masih tergolong wajar, mengingat tempatnya yang oke, harga enak, dan potongan bebek dan ayamnya yang besar. Kalau makan berdua, habis sekitar 100an ribu lah termasuk nasi dan minum. 
Suasana Rumah Makan Bebek Pak Ndut Samarinda
Suasana Rumah Makan Bebek Pak Ndut Samarinda

Buku Apa yang Kamu Baca di Tahun 2018?


Buku apa yang kamu baca di tahun 2018?.

Saya sendiri hanya mampu menghabiskan beberapa buku, dengan jumlah hitungan jari sepanjang Januari hingga Oktober 2018 ini.

Yes!. Too many books to read, too little time to read.  Ditambah sosial media yang memang benar-benar mencuri waktu. Sepuluh tahun lalu kalau ada waktu senggang, saya hhabiskan dengan membaca buku atau mendengarkan radio. Kini waktu lebih banyak tersita menonton youtube atau scrolling layar handphone untuk melihat feed instagram, timeline twitter, dan belanja online.

Tapi saya akui, tidak ada yang mengalahkan nikmat membaca buku. Membaca satu cerita utuh atau satu gagasan utuh dari si penulis memang benar-benar menutrisi otak. Tak hanya sekedar membaca caption atau status panjang yang seringnya hanya bikin iri atau malah ingin berghibah. Wkekeke. 

Jadi ya sebelum mengevaluasi diri, apa saja yang saya lakukan sepanjang 2018, tak ada salahnya kalau saya merangkum buku-buku apa saja yang sudah saya baca (sampai selesai) sepanjang tahun 2018 ini.

Sirkus Pohon, Penulis : Andrea Hirata.

Cover buku sirkus pohon Andrea Hirata
Cover buku Sirkus Pohon - Andrea Hirata

                Bagi saya, belum ada karya Andrea Hirata yang mengecewakan.  Meski ada beberapa novel Andrea Hirata yang alur ceritanya biasa saja, tapi penuturan dan cara Andrea Hirata bercerita selalu menghibur dan mengesankan. Jadi di awal launching  novel  Sirkus Pohon, memang saya sudah ada niat untuk membeli buku ini.
                Novel Sirkus Pohon ini saya tamatkan hanya dalam waktu dua hari. A must read book, terutama bagi kamu penyuka novel fiksi non terjemahan.  Andrea Hirata memang piawai bercerita.  Mengalir, lucu, cerdas, sekaligus satir.  Tak sekali dua kali saya tersenyum atau tertawa membaca novel yang bukan bergenre komedi ini.

Rentang Kisah oleh Gita Savitri Devi  (e-book)

cover belakang buku rentang kisah
Cover belakang buku Rentang Kisah


                Tahu buku Rentang Kisah dari Gitasav ini sudah lumayan lama. Ulasan atau promonya sering berseliweran di feed instagram saya.  Belakangan, buku Rentang Kisah ini malah katanya akan difilmkan. Saya membeli buku ini di Playbooks secara impulsif. Dulu, pikir saya, buku ini cocok untuk anak muda kaum milenial, sementara saya sudah terlalu tua.  

                Namun, tak sengaja di suatu malam saya ubek-ubek Google Playbooks, sambil membaca sampel beberapa e-books. Sampailah pada sampel ebooks Rentang Kisah, yang membawa saya pada rasa penasaran ini membaca keseluruhan buku. Akhinya ya saya beli e-booknya.  Ternyata tak hanya untuk kaum muda, buku Rentang Kisah ini juga cocok bagi orang yang pernah merasa muda.  Review buku nya ada di sini ya.

Happiness is Homemade oleh Puty Puar

                Akun @byputy yang dimiliki Puty Puar ini memang sudah terkenal sejagad instragram, terutama bagi kaum ibu-ibu, karena doodle dan art work nya yang lucu, berfaedah, dan sangat mengena dengan kehidupan ibu-ibu jaman sekarang.

cover buku Happiness is Homemade Puty Puar
Happiness is Homemade - Puty Puar

Berapa Biaya Persalinan di Samarinda ?


Satu hal yang terpikirkan saat akan melahirkan, atau mungkin ketika awal hamil, adalah :  berapa biaya melahirkan?.
Ada baiknya mencari referensi biaya, dokter, pelayanan rs, dan kelas yang diinginkan, sembari mempersiapkan tabungan dan menyesuaikan budget.
 Ya, setidaknya itu yang saya lakukan sebelum kelahiran anak pertama dan kedua.  Sebab saya bukan NIa Ramadhani yang uangnya tak berdigit.
Well, posting ini sekedar berbagi informasi biaya melahirkan di rumah sakit di  Samarinda dan sekitarnya. Bisa jadi biayanya berbeda untuk daerah lain  Saya rangkum dari informasi yang saya miliki dan dari teman-teman di salah satu grup WA ibu-ibu.  Tentu saja,  Kawan bisa cek dan ricek kembali ke rumah sakit yang dimaksud untuk memastikan biaya tersebut.
Above all,  semoga Informasi ini membantu ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian.

RS Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie ( RSUD AWS) Samarinda
Biaya melahirkan di Paviliun Sakura (kelas VIP) RSUD AWS :
Persalinan Normal :   8 -15 juta (tergantung  dokter yang menangani dan lamanya menginap)
Operasi section (SC) : 30 Juta - 35 juta.
Bisa menggunakan BPJS dengan selisih biayanya ditanggung pasien.

RS Hermina Samarinda  (phone: 0541 2090700)
Biaya  persalinan di RS Hermina Samarinda :  
Persalinan normal :  6 juta (kelas III), 9 juta (kelas II), 12 juta (kelas I), 19 juta – 21 juta ( VIP)
Operasi Sectio/ Caesar (SC)  : 15 juta (kelas III), 19 juta (kelas II),  24 juta (kelas I), 30-38 juta (VIP).
Bisa menggunakan BPJS dengan selisih biaya ditanggung pasien.

tarif bersalin di rs hermina samarinda
Tarif Bersalin di RS Hermina Samarinda


RSIA Thaha Bakrie Samarinda  (Phone : 081351149469)
Biaya Persalinan di RSIA Thaha Bakrie :
Persalinan Normal :  8 juta (kelas II) , 10 juta (kelas I) 11,5 juta (VIP)
Persalinan Operasi  Sectio (SC) :  16 juta (kelas III), 17 juta (kelas II), 20 juta (kelas I), dan 24 juta (VIP).

update Desemebr 2018 : RS Thaha Bakrie sudah tidak beroperasi lagi. Gak tahu apakah RS Thaha Bakrie ini akan dibuka lagi atau tutup selamanya.

Pengalaman Melahirkan Anak Kedua dengan Operasi Caesar



Jadi, kelahiran anak kedua kali ini saya harus melalui operasi Caesar. Cukup unpredictable, mengingat selama kehamilan, dari awal hingga akhir, kondisi kehamilan saya bisa dikatakan baik-baik saja. Ketuban cukup, di usia kehamilan 32 minggu posisi kepala janin sudah berada di bawah, dan di  kehamilan 36 minggu, posisi kepala sudah masuk panggul, posisi placenta pun bagus dan tidak menghalangi jalan lahir, pertumbuhan bayi oke, dengan Berat badan sekitar 3 kg, BB yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

Tapi ya, apa mau dikata. Manusia memang cuma bisa berencana. HPL anak kedua ini sekitar akhir Agustus atau awal September. Namun feeling saya mengatakan lebih cepat dari perkiraan. Dan feeling ibu memang yang paling mendekati kenyataan.

Tanggal 22 Agustus, tepat hari raya idul adha, subuh hari menjelang adzan subuh, saya merasa ada sesuatu yang keluar dari jalan lahir. Memang semalaman rasanya perut saya mules kayak mau menstruasi Beberapa hari belakangan, lendir seperti keputihan juga semakin banyak. Cuma belum laporan ke suami, karena merasa masih jauh dan saya sedang di rumah mertua. 

Singkat cerita, subuh itu saya mendapati bercak darah sudah keluar. Alhasil bubar jalan rencana sholat Ied.  Saya lalu  buru-buru pulang ke rumah, ambil peralatan melahirkan, ke faskes 1 untuk minta rujukan, lalu ke rumah sakit.

Saya masih tenang-tenang saja, karena sakitnya masih bisa ditahan.  Cek di IGD RS (karena hari libur, polikliniknya tutup), ternyata masih bukaan 1-2. Dokter IGD konsul ke dokter obsgyn, dan saya disuruh pulang dulu.

Saya pulang ke rumah bersama suami, sementara Amni dititipkan di rumah mertua. Lebaran Idul Adha yang dilewati dengan santai sekaligus harap-harap cemas. Gak tahu kenapa, saya merasa saya cukup kelelahan. Sementara saya harus menyimpan cukup banyak energi, mengingat melahirkan membutuhkan kondisi prima.  Saya lebih banyarak tidur miring ke kiri ketimbang jalan-jalan. Malamnya, saya merasa ada cairan keluar yang bukan air seni.  Saya sudah curiga air yang keluar adalah air ketuban yang rembes. Tapi karena sudah malam, sakitnya juga belum nambah, yang kemungkinan pembukaannya juga belum nambah. Saya menunda, mending sekalian besok pagi saja ke rumah sakit.

Esoknya, 23 Agustus 2018, pukul 6 pagi, saya ke rumah sakit.  Dengan pede nya tas melahirkan malah gak dibawa, karena takut disuruh pulang lagi.
Sampai di RS, masuk IGD lagi, cek bukaan, sudah bukaan 2-3. Proses yang cukup lama, hampir 24 jam, Cuma nambah satu bukaan. Padahal katanya kalau anak kedua, proses lahirannya bisa lebih cepat. Perasaan saya sudah mulai gak enak. Ketakutan mengintai, entah itu di induksi atau operasi Caesar.

Mengingat melahirkan anak pertama dengan proses melahirkan normal tanpa induksi saja, rasa sakitnya membuat bergidik.
Saya bilang ke bidannya, kalau ada yang rembes. Setelah dicek dengan kertas lakmus, ternyata positif air ketuban. Sayangnya, dokter Anggit Nugroho, obsgyn langganan yang saya biasa kontrol sedang keluar kota, sehingga saya ditangani dokter obsgyn pengganti.

Saya diminta USG ulang oleh dokter yang bersangkutan, ternyata di beberapa bagian air ketuban sudah berkurang banyak. Di sini saya sedikit menyesal kenapa gak dari tadi malam saya ke rumah sakit. Lewat USG juga keliatan kalau anak saya terlilit tali pusar.

Jadi dengan kondisi ketuban yang sudah rembes dan berkurang banyak, masih pembukaan 2, posisi kepala janin posterior, dan saya punya riwayat asma yang tidak memungkinkan untuk diinduksi dini (induksi saat pembukaan masih kecil),  kemungkinan terburuknya ya operasi Caesar.
Tapi dokternya masih mau menunggu. Observasi lagi selama 4 jam, sambil cek terus denyut jantung dan gerakan bayi di CTG. Saya juga diharuskan bedrest total, bahkan tidak boleh ke kamar mandi, dan buang air hanya di pispot. Bedrest ini untuk mencegah air ketubannya rembes terus.

Observasi dilakukan di kamar bersalin. Saya masuk kamar bersalin sekitar pukul 10 pagi. Frekuensi dan durasi sakit tidak bertambah. Di sini saya mulai berdoa agar gelombang cinta itu datang. Sakit yang mebuat saya ketakutan dan bergidik itu agar segera datang. Gak apa-apa sakit, karena tentu lebih baik melahirkan secara normal ketimbang Operasi Caesar.

Hasil tes CTG menunjukkan kalau janin saya lebih banyak diam dan tidak banyak bergerak. Memang, setelah muncul bercak darah tanggal 22 Agustus kemarin, gerakan janin saya malah berkurang.
Tapi saya masih berdoa, 4 jam waktu yang cukup untuk menambah bukaan. Saya masih terus baring menghadap ke kiri, tanpa jalan-jalan. Dan semoga masih bisa melahirkan normal.

Pukul 2 siang, saya cek lagi bukaan. Ternyata masih sama, posisi mulut rahim masih jauh. Tes CTG lagi. Hasil CTG masih menunjukkan gerakan janin yang lebih banyak diam.  Bidannya kemudian menelpon dokter obsgyn. Saya sudah wanti-wanti akan di operasi. Benar saja, tak lama setelah menelpon dokter obsgyn, bidan menemui saya dan memanggil suami untuk meminta persetujuan dilakukan operasi.

Sebenarnya masih bisa menunggu, tapi resikonya cukup tinggi.  Gerakan bayi yang lebih banyak diam dan air ketuban yang semakin sedikit.  Apa mau dikata, no other choice.  Ini yang terbaik buat saya dan calon anak kami.  Kami setuju untuk operasi Caesar.  Bidan jaga kemudian menelpon lagi dokter obsgyn, dan memberitahu kalau operasi di jadwalkan pukul 17.00
Saya disuruh siap-siap. Ganti baju operasi, puasa, dan cukup rambut kemaluan. Pukul 16.00, saya didorong ke ruang operasi, tapi belum masuk kamar operasi. Sebelum operasi, sampel darah saya diambil lagi oleh petugas laboratorium. Kemudian ada sedikit briefing bergantian dari perawat OK, dokter anestesi,dan dokter obsgynnya mengenai operasi yang akan dilakukan, durasi, resiko, dsb kepada saya dan suami. 

Dokter obsgyn nya sampai bicara ke saya dan suami : “mudah-mudahan nanti sewaktu keluar, bayi nya langsung menangis ya pak bu”. 
Sebenarnya saya ingin suami ikut ke ruang operasi. Tapi sebelum saya masuk kamar operasi aja suami sudah menangis dan ketakutan.  Kalau masuk ruang operasi mungkin dia bisa pingsan.
Jadi ya sudah, tidak ada adegan foto memoto dan suami yang menamani istri seperti di kebanyakan video operasi Caesar.

Anak kedua Bhumi Airlanggga
Anak kedua kami : Bhumi Airlangga

Mendaftarkan Merek Langsung Di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (DJHKI) Kemenkumham


Tulisan kali ini  mengenai  pengalaman saya mendaftarkan merek dagang di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kemenkumham.  Pertama, pendaftaran merek lewat konsultan HKI, dan kedua kalinya mendaftarkan langsung di Kantor Wilayah Kemenkumham di Kalimantan Timur.

Jasa pendaftaran merek dagang sendiri sangat lumrah  ditemukan di dunia maya. Kisaran harganya bervariasi, mulai dari 3.000.000- 3.500.000 rupiah.

contoh form pendaftaran merek
Contoh form pendaftaran merek halaman 1 dan 2


Pengalaman saya sendiri, pertama kali mendaftarkan merek dagang menggunakan jasa konsultan HKI dengan biaya 3 juta rupiah.  Biaya ini all in ya, termasuk biaya pendaftaran dan jasa konsultannya. Saya tahu beres. 
Yang perlu saya siapkan hanya merek, logo,  kelas pendaftaran barang, NPWP badan usaha atau pribadi, tergantung mau didaftarkan atas nama pribadi atau badan usaha, foto KTP, dan kalau mendaftarkan atas nama badan usaha, maka perlu ditambahkan dokumen lain seperti akte pendirian badan usaha dan stempel. Semua kelengkapan persyaratan ini bisa dalam bentuk softfile. Proses pendaftaran merek lewat konsultan HAKI ini cukup cepat, gak sampai 3 hari.

Waktu itu, saya memang gak punya clue apa-apa soal bagaimana cara pendaftaran merek  dagang. Pernah sekali waktu saya berkunjung ke web Dirjen HKI. Ternyata yang bisa memiliki login untuk pendaftaran merek dagang secara online hanya konsultan HKI yang sudah terdaftar. 

Berhubung posisi saya di luar Pulau Jawa, cara yang paling mudah dan murah ya lewat konsultan (yang ternyata di kemudian hari saya sadari lebih mudah dan murah mendaftarkan sendiri langsung ke DJ HKI).

Setelah merek dagang didaftarkan, sertifikat pendaftaran merek dagang baru akan keluar paling cepat satu tahun, tentunya  setelah melalui beberapa tahap. Namun, yang saya butuhkan saat itu adalah bukti pendaftaran merek dagang tersebut di Dirjen HKI.

Sayangnya, beberapa bulan kemudian, karena kecerobohan saya tidak melakukan penelusuran merek terlebih dahulu, saya mendapat kiriman surat dari Kemenkumham bahwa merek dagang yang saya daftarkan mendapatkan bantahan dari salah satu merek yang sudah terdaftar duluan.

Awalnya, saya berkonsultasi lagi dengan konsultan yang membantu mendaftarkan merek, eh malah saya ditawarin lawyers untuk mengajukan bantahan dan tentu saja proposal biaya menggunakan lawyer tersebut. Tak habis akal, saya cari second opinion, dan pergi ke kantor perwakilan kemenkumham Kalimantan Timur, dan berkonsultasi dengan staf di sana.

Jadi pada prinsipnya, merek itu tidak boleh sama persis, atau tidak boleh sama pada pokoknya. Jadi meskipun merek saya dan merek yang membantah saya itu tidak sama persis, tapi ada pokok yang sama. Kalaupun saya mengjukan bantahan, prosesnya akan panjang, uang yang saya keluarkan lebih banyak, dan kelangsungan usaha saya akan tersendat karena sengketa merek dagang ini.
Saran dari staf Kemenkumham, bikin merek baru, dan daftarkan lagi.

Maka saya putuskan untuk mengajukan pendaftaran merek baru., yang berarti kalau lewat konsultan, harus mengeluarkan kocek sebesar 3 juta rupiah lagi. Jumlah yang harus saya perhitungkan lagi, mengingat kelas usaha saya masih kelas UMKM yang modal dan perputaran uangnya terbatas.

Kali ini, saya putuskan untuk mengurus sendiri pendaftaran merek dagang ke Dirjen HKI. 

Lalu, apakah saya harus langsung datang ke Dirjen HKI di Jakarta?.
Well, ternyata saya bisa mendaftarkan merek dagang di Kantor Wilayah (Kanwil)  Kemenkumham yang ada di tiap provinsi di Indonesia.

Bagaiman proses pendaftaran merek dagang di Dirjen HKI?.

Mengenal Seluk Beluk Maklon (Toll Manufacturing) Produk Kosmetik di Indonesia


Bisnis kosmetik belakangan memang sedang gemuk-gemuknya. Entah itu untuk produsen, distributor, importir, retailer, atau klinik kecantikan.

Nah, sekarang  saya mau cerita sedikit soal bisnis kosmetik terutama untuk produk-produk maklon dan syarat-syarat maklon kosmetik.

Kira-kira setahun yang lalu, tak sengaja saya menonton tayangan infotainment yang tengah meliput Ashanti yang sedang mengunjungi pabrik kosmetik miliknya. Yap, Ashanti memang memiliki brand kosmetik tapi saya agak meragukan kalau pabrik itu juga miliki Ashanti. Kemungkinan sih, kerjasama dengan pabrik maklon kosmetik.

Jadwal pelayanan notifikasi kosmetika online system
Jadwal pelayanan notifikasi kosmetika online system - source: notifkos.pom.go.id


Jadi, yang perlu kita bedakan, antara pabrik dan brand/merek dagang. Tidak semua brand kosmetik punya pabrik sendiri. Dan bisa saja, sebuah pabrik memproduksi berbagai macam brand/merek dagang kosmetik pesanan orang lain. Proses pembuatan kosmetik di pabrik tertentu ini yang kemudian diberi brand sesuai keinginan si pemesan inilah yang disebut dengan maklon (toll manufacturing). Makanya, belakangan di pasaran ada banyak sekali brand kosmetik lokal.

Lalu, apa saja syarat toll manufacturing/ maklon kosmetik di Indonesia?

Persyaratan  maklon kosmetik  tentu saja jauh lebih sederhana,  ketimbang mendirikan sebuah pabrik baik dalam hal kerepotan perijinan maupun permodalan. Biaya maklon kosmetik bisa berkisar antara puluhan hingga ratusan juta. Jauh lebih murah ketimbang mendirikan pabrik kosmetik yang butuh biaya hingga milyarann rupiah

 Syarat utama maklon kosmetik, diantaranya :

1.        Memiliki Badan Usaha (minimal CV), termasuk semua kelengkapan dokumen suatu badan usaha seperti : SIUP, SITU, dan akta pendirian badan usaha.
2.       Memiliki merek yang sudah didaftarkan di Dirjen HAKI Kemenkumham.
3.       Kerjasama antara pemegang merek dan pabrik maklon kosmetik yang akan memprodusi produk yang akan Kawan jual.
As simple as it is. Analoginya, Kawan pesan baju di tukang jahit lalu baju yang sudah jadi itu Kawan beri label sendiri.


Alur pendaftaran badan usaha untuk login notifikasi kosmetik. Source: notifkos.pom.go.id
Alur pendaftaran badan usaha untuk login notifikasi kosmetik. Source: notifkos.pom.go.id


Sebenarnya , maklon kosmetik ini tidak terbatas pada pembuatan kosmetik merek lokal. Dimana proses produksi mulai dari pengembangan produk sampai pada packaging produk dan kemasan sekunder. .

Bisa saja, proses maklon kosmetik hanya pada proses pengemasan. Misalnya maklon kosmetik pada produk import. Biasanya hanya pada proses packaging/kemasan kosmetik yang harus menyesuaikan dengan aturan dari Badan POM. 

Bahkan kita bisa menentukan dititik/ di proses mana kita siap melakukan maklon kosmetik. Bisa memang dari awal produksi. Misalnya maklon krim wajah, dimulai dari pengembangan, produksi krim sampai ke kemasan sekunder (kotak) dilakukan di Pabrik A. Atau bisa juga, menggunakan jasa dua pabrik sekaligus. Misalnya di Pabrik A, kawan memesan krim dalam bulk sekian liter, lalu lotion tersebut dikirim ke pabrik B, untuk lakukan pengemasan primer dan sekunder (maklon kemasan/packaging). 

Yes! its up to us. Bisa the whole process, bisa parsial aja.

Oiya, untuk produksi maklon pun, tidak selalu karena produsen brand kosmetik nya tidak memiliki pabrik.  Misalnya Brand W dengan produk lipmatte kosmetiknya sedang naik daun, sehingga permintaan pasar meningkat sampai 50%, padahal kapasitas produksi di pabriknya terbatas. Sehingga, ketimbang kehilangan pasar, lebih baik sebagai di maklon kan ke pabrik kosmetik lain agar permintaan pasar dapat terpenuhi.

So, tertarik untuk meramaikan industri kosmetik tanah air?

Samarinda, September 2018.




Where will you stay?* #31 Pengalaman Menginap di Swiss Belhotel Borneo Samarinda



“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Swiss Belhotel Borneo, Samarinda, Kalimantan Timur
Jl. Mulawarman No.6, Samarinda, Kalimantan Timur
telpon +62(541)200888

Another review, setelah berbulan-bulan vakum.  Alhamdulillah ini staycation gratis.

Kamar swissbelhotel borneo Samarinda
Room- Swissbelhotel Borneo Samarinda


Kalau bayar sendiri, rate hotel ini sekitar 600an-800an, dengan klaim bintang 4.  Saya menginap di kamar tipe deluxe yang menurun saya agak di bawah standard hotel bintang 4, yang biasanya tersedia  bath tub dan lantai berkarpet. Kamar dan kamar mandi di Swiss-Belhotel Borneo ini cukup minimalis, dan hampir mirip dengan kamar-kamar di swiss belinn hotel yang rate nya hanya sekitar 300-400an. Yang sedikit membedakan hanya luas kamar dan amenitys yang lebih lengkap.

Kalau diperhatikan, hotel Swissbel Borneo ini terbilang tua. Saat saya menginap, sedang banyak renovasi dimana-dimana, termasuk area kolam renang, yang kelihatan airnya sudah lama tak diganti dan tak ada yang berenang.  Agak sedikit mengecewakan, karena yang paling ditunggu Amni ya berenang.

Untuk lokasi, Swissbelhotel Borneo ini terbilang strategis. Dekat dengan pelabuhan, mall, dan area Citra Niaga (pusat perdagangan) di Samarinda. Mall terdekat adalah mall Samarinda Central Plaza (SCP) yang terletak bersebelahan dan ada connecting jalan yang langsung ke mall.

Untuk view kamar, kebetulan saya mendapat kamar yang view nya langsung menghadap Sungai Mahakam. Untuk sarapan pagi, sekali lagi agak di bawah standard hotel bintang 4, terutama soal variasi. Selain menu standard seperti nasi, telur-teluran, dan roti-rotian, hanya ada bubur ayam dan satu jenis bubur manis.
Lobi swissbelhotel borneo, samarinda
Lobi-  Swissbelhotel Borneo, Samarinda

Memasak Nasi Gemuk dan Rahasia Sambal Ikan Teri


Kalau di daerah saya di Sumatra, namanya nasi gemuk, kalau di Malaysia namanya nasi lemak, kalaa di Pulau Jawa, disebut nasi uduk. Di sini, di Kalimantan, kebanyakan menyebutnya nasi kabuli. Sayangnya, cita rasa sedikit berbeda dari yang biasa saya makan di Sumatra. Terlalu light untuk rasa santan di nasinya, sambal ala kadarnya, tanpa ikan teri, dan itupun jarang yang jualan.  Saya lebih menyukai nasi gemuk versi Sumatra atau nasi lemak versi Malaysia.

                Hamil kali ini, entah mengapa, saya jadi rajin sekali bersih-bersih rumah dan memasak. Dan beberapa waktu lalu, tergiur untuk mencoba nasi gemuk dengan sambal ikan bilis/teri. Nasi gemuk yang saya bikin cita rasnaya lebih mirip nasi uduk. Beberapa kali saya sudah mencoba memasak nasi uduk dengna rice cooker. Bumbu yang saya tambahkan memang Cuma santan, jahe, serai, dan daun salam.

resep sambal nasi gemuk
Nasi gemuk dan sambalnya yang khas


Nah yang jadi incaran saya memang bagaimana membuat sambal khas yang menjadi kunci kelezatan nasi gemuk/nasi lemak versi melayu.
Kalau Kawan adalah ibu baru, yang kerap mencoba menu-menu dan resep-resep baru dari internet. Tentu paham, bahwa tak semua menu yang tertera bisa dipraktekkan atau sesuai selera kita. Apalagi kalau acuannya cookpad, dimana ada banyak sekali versi resep untuk satu jenis masakan. Awal-awal dulu saya sempat terkecoh. Namun, sekarang saya lebih berhati-hati dan lebih pandai mengkombinasikan bumbu serta mengira-ngira resep mana yang bisa dipraktekkan dan cocok di lidah.

Begitu juga dalam memasak sambal ikan teri untuk nasi gemuk kali ini. Saya sempat searching beberapa resep dari Malaysia dan cookpad, dan mencoba menggabungkannya. Well, kunci yang membuat sambal ini berbeda dari kebanyakan sambal nasi uduk adalah campuran terasi yang sudah dibakar serta ikan bilis/teri yang ikut dihaluskan bersama bahan-bahan lainnya. Dan bahan-bahan lain yang dimaksud adalah cabai keriting (bisa diganti cabai kering), sedikit cabai rawit merah agar sedikit pedas, bawang merah yang banyak serta sebiji bawang putih. Semua bahan dihaluskan pakai blender, lalu masak dengan menambahkan minyak goreng sedikit demi sedikit. Memasaknya lumayan lama, sampai benar-benar tanak. Hasilnya sambal ikan teri untuk nasi gemuk ini mirip dengan yang biasa saya makan kalau ke Kuala Lumpur. Hmm… yummy…

Daftar Belanjaan Hamil Anak kedua


Hamil anak kedua dengan jarak lumayan dekat dari anak pertama. Kurang dari tiga tahun. Mau belanja lagi kebutuhan bayi-ibu atau menggunakan perlengkapan si kakak dulu?.

Kalau saya si both, ada barang yang dibeli, ada barang yang dipakai lagi. Jadi berhubung sekarang kehamilan sudah memasuki minggu ke 32 (usia kehamilan 8 bulan), saya udah obrak abrik barang-barang Amni yang sebelumnya sudah dimuseumkan. Alhamdulillah ada beberapa barang yang masih bisa digunakan, ada juga yang gak bisa digunakan seperti baju dan sepatu pre-walker yang motifnya cewek banget. Beberapa barang perlengkapan bayi malah sudah banyak saya pre-loved sale-kan seperti tas penyimpan ASI, mainan baby gym, alat sterilisizer, baby carrier, hingga botol dot.  Apa mau dikata, anak kedua ini memang unplanned. InsyaAllah ada saja rezeki untuk si adek.

pregnancy, belanja keperluan hamil
Pregnant shopping - ilustrasi : kisspng.com


Dan mulai Juni kemarin, saya juga sudah mulai mencicil bagian yang paling menyenangkan sekaligus tidak menyenangkan karena harus keluar uang. Yap, belanja perlengkapan bayi yang masih dibutuhkan.  Ada budget khusus buat belanja perlengkapan bayi dan ibu?. Tentu saja, saya sih mentargetkan belanja perlengkapan bayi (sebelum melahirkan) sekitar 2 jutaan aja.

Apa saja perlengkapan bayi yang saya beli ?.
well, ini daftarnya: 
-         
-          Bantal bayi

-          Baju dan celana newborn
-          Tas diaper kecil
-          Sarung dan kaos kaki bayi
-          Nose cleanser, pure baby kids, telon balsam
-          Sabun dan shampoo (belum dibeli)
-          Breastpad, yang washable dan yang sekali pakai
-          Pembalut ibu melahirkan
-          Kapas bulat-bulat
-          Kasa steril
-          Celana dalam hamil
-          Pemotong kuku bayi
-         Gendongan dari bahan kaos (geos). Sebenarnya saya masih punya gendongan ring sling bekas Amni dulu, tapi dipakainya susah banget, terutama saat anak masih bayi kiwis-kiwis, dan  belum bisa menggunakan baby carrier.  Menggendong bayi (terutama yang dibawah 3 bulan) dengan gendongan menurut saya it’s a must. Apalagi saya punya refleks tangan yang gak begitu bagus.
-          Baby bather (belum dibeli)
-          Pampers new born (belum dibeli)
-          Perlak ompol bayi
-          Inhalant untuk bayi, saya pilih pure baby kids. Sebenarnya sekaran sudah banyak pilihan ya untuk aromaterapi-aromaterapi yang aman untuk bayi. Cuma emang pure baby kids yang paling gampang ditemukan dan harganya cukup terjangkau.

Menjelajah Dokter Kandung (SpOg) di Samarinda


        Di hamil yang kedua ini, seperti biasa, masih bingung memikirkan mau melahirkan dimana, mau kontrol sama dokter siapa, persiapan biaya melahirkan, perlengkapan bayi dan ibu, dsb.

      Anak pertama saya, Amni, lahir di RS Samarinda Medika Citra (SMC), Kebetulan RS ini dekat dengan kontrakan,  dan selama hamil saya kontrol dengan dokter Djaya Spog. Di RS SMC, dokter kandungannya ada dokter Djaja Santosa Sp.Og dan dr. Fernando Sp.Og. Waktu itu, meskipun menggunakan BPJS, tapi berhubung saya naik kelas jadi VIP, tetap ada tambahan biaya.

Na,  sekarang saya sudah pindah rumah. Sebenarnya  RS SMC ini masih bisa dijangkau,  jaraknya dari rumah sekitar 8 Km. Tapi tahu sendiri kan, kalau menggunakan BPJS, baru bisa masuk IGD saat sudah bukaan 4 (empat). Sewaktu Amni dulu, saya sampai bolak balik 4 kali RS-rumah sakit karena dari pagi sampai sore masih bukaan 2. Untungnya jarak kontrakan-RS gak sampai 2 KM.  Makanya saya bermaksud mencari rumah sakit yang lebih dekat.

Bulai Mei lalu baru berdiri Rumah Sakit Hermina Samarinda di Jln Teuku Umar yang jaraknya lebih dekat dari rumah, Kurang lebih 2 KM.  Awal kehamilan, saya masih rutin kontrol dengan dr.Djaja Santosa. Namun karena ada rencana mau melahirkan di RS Hermina, ada baiknya saya coba kontrol ke dokter yang in-charge di Sana. Ada cukup banyak dokter obsgyn yang juga praktek di RS Hermina, diantaranya yang saya ingat : dr. Wahyu W Sp.Og dr. Muhammad Anggit Nugroho Sp.Og, dan dr. Arbor. Sp.Og. Alhamdulillah saya udah pernah nyoba kontrol ketiga-tiganya.

Well, ini saya rangkum ya, mudah-mudahan memberi informasi terutama buat bumil yang ingin konsul atau sekedar mencari referensi dokter obsgyn/ dokter kandungan di Samarinda.  

Dr. Wahyu Witjaksono Sp.Og.

Dokter Wahyu ini hampir tiap hari praktek malam di RSIA  Herawaty, Jln. Untung Surapati.  Saya pernah sekali konsul ke dokter Wahyu.  Sebenarnya dadakan aja, waktu itu saya mau naik pesawat, dan butuh surat keterangan dokter kandungan. Dokter Djaja sedang keluar kota, dan kebetulan klinik herawaty ini gak terlalu jauh dari rumah.

Daftarnya  bisa lewat telpon, tinggal telpon RSIA Herawaty, jadi antrinya gak terlalu lama. Tarif konsul dan USG 150 rb. Kalau mau 4D juga ada, kalau gak salah biayanya sekitar 500 rb.  Dokternya orang jawa, cukup lengkap memberi keterangan, terutama saat di USG.

No telpon RSIA herawaty: (0541) 272799

Dr. Djaja Santosa Sp.Og

Dari anak pertama sampai sekarang mau lahiran anak kedua, saya paling rajin kontrol ke dokter Djaja. Praktek rawat jalan nya di di Apotek Pahlawan, di jalan Pahlawan.  Doi baru pindah 2 bulan belakangan. Sebelumnya  dr. Djaya  praktek di Apotek Kimia Farma Jalan Basuki Rahmat. Berhubung apotek nya sudah tutup, jadi dokternya juga pindah.

Di Apotek baru ini ruang tunggunya malah lebih enak. Apotek nya kelihatan lebih mirip klinik.  Jadwal praktek dokter Djaya ini pagi dan malam. Kalau pagi Senin-Sabtu, kalau Malam Senin-Jumat. Biaya sekali konsul dan USG 200 rb. Kalau mau melahirkan dengan dokter Djaya, doi ada di RS Samarinda Medika Citra (SMC).

Kalau mau daftar, bisa WA, SMS atau telpon langsung asistennya

No telpon asisten dokter Djaja Santosa Sp.Og : 085250517377

Dr. Muhammad Anggit Nugroho Sp.Og

Dokter ini praktek di RS Dirgahayu, Di RS Hermina, sama di Apotek Merak (simpang jalan Gatot Subroto).

          Untuk konsul dan USG memang tariff rata-ratanya lebih murah kalau kita ke klinik atau apotek. Saya dulu sewaktu hamil anak pertama, sempat konsul dan USG di RS SMC dengan dokter Fernando Sp.Og.  Tarifnya 150 rb ditambah USG 200 rb. Padahal klo di klinik atau praktek dokter di apotek rata-rata tarif USG dan konsul 150- 200 rb. Beda jauh kan ?. 

          Makanya, saya gak mau terulang lagi. Walaupun lokasi yang paling dekat untuk konsul ke dr.Anggit ya di RS Hermina. Buat jaga-jaga, saya telpon dulu RS Hermina Samarinda untuk menanyakan tariff.  Ternyata biaya konsul ke dokter 195 rb, dan USG 285, total hampir 500 rb kalau mau konsul dan USG. Sedangkan di RS Dirgahayu saya gak sempat tanya berapa biayanya.

          Akhirnya ya saya bela-belain ke Apotek Merak yang jaraknya lebih dari 10 KM dari rumah. Untungnya untuk pendaftaran bisa via telpon atau WA, jadi datangnya dikira-kira saja dari nomor antriannya.

Di Apotek Merak tarifnya USG 2D dan konsul 150 rb. Dokter Anggit ini juga ada USG 4D dengan tarif 300 rb. Kemarin malah dikasih bonus lihat USG 4D, dan boleh difoto. Walaupun bayarnya cuma untuk USG 2D.

Jadwal praktek malam di Apotek Merak dari hari Senin-Jumat. Sedangkan sore bisa konsul di RS Dirgahayu dari hari senin – sabtu pukul 13.00-16.00

No Telepon RS Dirgahayu Samarinda: 0541- 742116
No Telepon RS Hermina Samarinda : 0541 - 2090700
No telepon Apotek Merak Samarinda : 0853320083679,
no WA apotek merak : 082197866990,
di nomor asisten dr. Anggit Nugroho Sp.Og : 081227900034

gambar USG 4D
InsyaAllah si calon adek - USG 4D

ebook Buku Rentang Kisah Gitasav



                Bagi Kawan yang senang berselancar di instagram atau menonton vlog, nama Gita Savitri Devi alias Gitasav tentu taka sing lagi. Saya sendiri awalnya tau Gitasav dari vlog miliknya sekitar beberapa tahun yang lalu. Malah, ketika ketenaran doi yang mulai booming sekitar 1-2 tahun belakang, saya udah gak pernah lagi nonton vlog nya.

cover buku rentang kisah gita savitri devi
Rentang Kisah - Gitasav

                Anyway, posting ini bukan soal ghibah selebram atau vlogger ya. Sesuai judulnya,  jadi  di posting  ini saya cuma ingin mereview, atau mungkin lebih tepatnya mengomentari buku Rentang Kisah nya Gitasav. 

Saya membaca buku rentang kisah ini masih dalam rangka demam playbooks. Mengingat isi bukunya yang ringan, jumlah halaman yang terbilang sedikit, serta bisa dikatakan easy-reading, buku ini cocok banget untuk dibaca lewat palybooks. Saya hanya butuh beberapa jam dalam satu malam untuk menghabiskan satu buku full ebook Rentang Kisah nya Gita Savitri ini.

Buku Rentang Kisah ini bisa dikatakan buku non-fiksi yang terdiri dari beberapa tulisan Gitasav dengan beberapa tema.  Satu kisah pertama merupakan tulisan khusus yang ditulis Gitasav untuk buku Rentang Kisah, sementara beberapa tulisan setelahnya, yang kebanyakan hanya terdiri kurang dari 10 halaman, adalah tulisan yang diambil dari blog pribadi Gitasav. Ya, sebelum merambah ke vlog dan instagram, Gitasav terlebih dulu merambah blog.

Screen shot e-book Rentang Kisah Gitasav

Well, tentu saja satu kisah pertama  pada buku Rentang Kisah yang menjadi sentral cerita. Walaupun saya sudah melewati masa yang dialami Gitasav itu belasan tahun lalu, yes but I still feel the feeling. Gitasav menceritakan dengan apik, menarik, mengalir, dan tentu saja rasanya mencerahkan memahami tulisan dan pemikiran Gitasav diusia yang masih awal 20an.

Thanks @gitasav, tulisan kamu enak banget dibaca. Jadi walaupun keadaan saya sekarang sudah jauh berbeda. Namun bukannya bosan, malah buku Rentang Kisah ini mampu membawa saya kembali ke masa-masa galau di awal usai 20an. Pencarian makna hidup, eksistensi diri, pertanyaan-pertanyaan, hingga mimpi-mimpi.

Google Playbooks


           Baru seminggu terakhir, saya lagi ketagihan google playbooks. Dulu-dulu sempat nyobain, tapi gak dapat feel nya baca e-books. Belakangan, lebih karena terpaksa. Mau beli buku online, suka kelamaan, milihnya juga lama, belum milih mau beli di marketplace mana, yang semakin hari semakin banyak.  Mau ke toko buku, selain malas karena usia kehamilan yang sudah semakin tua, harga buku di sini juga jauh lebih mahal ketimbang di Pulau jawa.


google play books logo
Google Play Books


Dan entah kenapa, setiap hamil (padahal saya baru dua  kali hamil) selain craving kalau liat makanan menggiurkan, saya sangat craving dengan pengetahuan, bacaan, dan sejenisnya. Kalau Cuma baca posting socmed, liat youtube, atau berita online, saya merasa belum terpuaskan.

                So I need book, book, and book. Dan Google playbooks ini bisa  jadi penyelamat,  kalau saya ingin baca buku secara instant. Beberapa keuntungan menggunakan Google Playbooks diantaranya :

-        -   Cepat dan praktis.  Dengan satu kali klik, buku sudah bisa dibaca

-         - Hemat tempat penyimpanan, karena bentuknya e-book.

-          - Seringnya lebih murah ketimbang toko buku dan hampir selalu ada diskon
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.ericstrins.com . Powered by Blogger.