Jualan Makin Laris dengan Fitur Click and Collect di Blibli.com*


           Sebagai entrepreneur pemula yang mencoba peruntungan dengan berjualan online, saya merasakan bahwa berjualan melalui e-commerce maupun marketplace mampu meningkatkan volum penjualan ketimbang hanya berjualan lewat sosial media. Terlebih, tiap marketplace dan e-commerce memiliki beberapa fitur untuk membantu seller berjualan online, misalnya kemudahan upload catalog yang di-link dengan media sosial tertentu, menu copy catalog, rate seller hingga fitur iklan.

Persaingan e-commerce, semakin ke sini bisa dibilang semakin berdarah-darah. Lantas, bagaimana caranya bisa tertahan dan terus berkembang ?.  Ya, salah satunya dengan terus berinovasi. Misalnya di Tahun 2019 ini blibli.com meluncurkan dua fitur unik, yakni Fitur Click and Collect serta QR Code.  Fitur Click and Collect merupakan inovasi in store yang disasar blibli untuk kemudahan seller dalam berjualan di blibli.com
Fitur pertama yakni Click and Collect merupakan layanan khusus bagi merchant agar dapat menjual produk offline dengan menikmat pembayaran online. Nah, di fitur ini, pembeli memilih barang dan  berbelanja online di blibli.com, kemudian dengan adanya  fitur Click and Collect, pembeli bisa mengambil sendiri barang yang sudah dipesan tadi di toko merchant yang telah dipilih sesuai waktu yang bisa ditentukan sendiri.. Misalnya, saat jam istirahat kerja saya berbelanja di aplikasi blibli.com, kemudian memilih menu click dan collect di toko Alfarmart yang letaknya paling dekat dengan rumah saya. Jadi sore hari, sembali pulang ke rumah,  saya  mampir ke Alfamart mengambil belanjaan saya.
Tampaknya sederhana, namun kalau di break down, ternyata fitur click and collect ini punya beberapa keuntungan untuk pembeli :

  •           Click and Collect di blibli.com bisa mempersingkat waktu belanja. Seringkali kita bingung memilih belanjaan dan menghabiskan waktu cukup lama ketika berada di toko/groceries. Sementara kalau belanja online, kita tinggal masuk ke menu pencarian/, pilih barang, bayar, dan selesai.
  •         Click and Collect di blibli.com bisa menghemat tenaga dan tidak perlu menunggu kurir. Karena belanjanya online, jadi bisa sambil rebahan atau santai. Selesai belanja, barang bisa segera diambil di toko, tanpa perlu menunggu kurir datang. Apalagi sering kejadian kurir datang di jam kerja, sementara rumah masih kosong. Kalau barang hanya diletakkan di depan rumah/pagar, rawan kecurian. Apalagi, kalau barang belanjaan merupakan barang groceries yang masih segar, lebih rawan lagi, karena bisa kucing bisa ikut mencuri, hehehe.
  •       Click and Collect di blibli  dapat diambil maksimal 7 hari setelah dipesan. Jadi setelah selesai memesan, kita gak perlu buru-buru mengambil barang ke toko di hari yang sama. Misalnya pembeli memesan di hari senin, maka pesanan bisa diambil saat libur akhir pekan di hari minggu.
Saat ini  fitur Click dan Collect masih menjangkau kota-kota besar, yakni di Jabodetabek, Bandung, Surabaya,  Semarang, dan Bali. Mudah-mudahan nanti secepatnya Click and Collect bisa dilayani hingga ke seluruh Indonesia.

Terus, Apa saja  manfaat Click and Collect untuk seller  ?

Hati-Hati Saaat Mengkonsumsi Obat Pencahar



            Ketika mengalami konstipasi/sembelit, cara pengatasan instan yang mungkin kerap Anda lakukan adalah menggunakan obat pencahar, obat laksatif, atau ada yang menyebut obat pencuci perut. Meski pencahar dapat dengan mudah ditemukan di pasaran dan pencahar dapat dibeli tanpa resep obat, pemakaian pencahar harus sesuai rambu-rambu dan aturan agar tetap bermanfaat bagi pemakainya.

  • Pencahar Untuk Pelangsing
                      Bolehkah menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi obat pencahar?.  Well,  Obat pencahar bukanlah obat pelangsing. Saat ini banyak dijumpai kasus penyalahgunaan pencahar yang digunakan untuk menurunkan berat badan dengan tujuan melangsingkan tubuh. Memang, cara kerja pencahar dengan menguras isi perut, akibatnya makanan yang dimakan cepat dibuang sebelum diserap oleh usus. Sehingga secara tidak langsung, konsumsi pencahar secara terus menerus dapat menurunkan berat badan. 


      Namun, penggunaan pencahar dalan jangka waktu lama dapat membahayakan tubuh. Akibat digunakan terlau sering, pencahar akan mengeluarkan isi perut termasuk cairan sehingga mengkonsumsi pencahar dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu pencernaan yang dipaksa bekerja terus-menerus dapat mengalami luka yang bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Dan apabila pemakaian jangka panjang tersebut tiba-tiba dihentikan bisa jadi tubuh semakin gemuk karena usus telah terbiasa bekerja lebih aktif dan lebih efisien dalam menyerap makanan. 

  • Pencahar Untuk Anak dan Balita
            Anak-anak dan bayi cukup rentan mengalami konstipasi atau susah buang air besar.  Namun sebagai orangtua, Anda jangan buru-buru panik jika anak mengalami sembelit. Konstipasi atau sembelit sebenarnya bukanlah suatu penyakit, tetapi konstipasi atau sembelit lebih tepat disebut gejala yang dapat menandai adanya suatu penyakit atau masalah dalam tubuh. Masalah dalam tubuh tersebut termasuk masalah asupan gizi. Ketidakseimbangan gizi yang kurang serat menjadi penyebab terbesar kasus konstipasi atau sembelit pada anak dan balita. Penyebab-penyebab lain yang mungkin bisa menyebabkan konstipasi atau sembelit diantaranya kurang aktivitas fisik serta meminum obat-obat tertentu yang dapat menyebabkan sembelit misalnya antasida, fenobarbital, obat pereda nyeri, dan obat batuk yang mengandung kodein. Pada beberapa kasus, ada anak yang frekuensi BAB rendah namun konsistensi fesesnya lembek. Sehingga belum dapat dikatakan mengalami gejala konstipasi atau sembelit.

pencahar bukan pelangsing
Hati-hati mengkonsumsi pencahar. Source

Terapi Pada Anak Autis


Tulisan lama saya di Majalah Info Obat, ketimbang dibuang sayang, ya lebih baik diposting di blog. Mudah-mudahan masih relevan dan bermanfaat.

Terapi Pada Anak Autis


            Sejak tahun 1990-an terjadi peningkatan jumlah anak-anak penderita autis dari tahun ke tahun. Jangan buru-buru putus asa jika keluarga atau kerabat Anda didiagnosa menderita gangguan autis. Ketika diagnosis ditegakkan pastikan bahwa terduga penderita autis telah melewati serangkaian pemeriksaan. Gejala autisme sangat beragam tergantung dari tipe autisnya sendiri dan seringkali tidak sama antar individu dengan individu lainnya. Penegakan diagnosa yang tepat akan sangat membantu anak autis menerima terapi yang efektif dan tepat pula. Berikut serangkaian terapi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi dan kualitas hidup penderita gangguan autis.


terapi autis terdiri dari terapi biologi dan terapi behavioural
Picture source


Terapi Pada Sistem Biologi (Biological treatmen)

Biological treatment merupakan terapi pada sistem biologis/tubuh meliputi diet makanan dan obat-obatan tertentu pada penderita autis. Beberapa penelitian menunjukkan ada kaitan antara diet makanan dengan kondisi autis. Alergi pada makanan tertentu dapat mengganggu fungsi otak sehingga dapat memperberat gejala autis. Beberapa senyawa pada makanan yang dilaporkan agar dihindari penderita autis yaitu gluten (suatu protein yang dijumpai pada makanan yang terbuat dari gandum) dan kasein (protein susu hewani).
Penyakit Autis masih merupakan grey area dalam dunia kedokteran karena penyebab dan mekanisme autisme belum diketahui secara pasti. Oleh sebab itu sampai saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan autis. Obat-obat yang diberikan pada penderita autis merupakan obat simptomatis atau obat yang berfungsi mengurangi gejala dan prilaku tertentu misalnya hiperaktif, agresif, dsb.
Hampir dua puluh persen penderita autis mengalami kejang. Obat golongan antikonvulsant/antikejang bisa digunakan untuk meredakan gejalan kejang pada penderita autis. Misalnya: gabapentin, fenitoin, karbamazepin, dan natrium valproat. Penderita autis yang mengalami gejala agresif dan gelisah sampai mengganggu tidur di siang maupun malam hari diobati dengan obat penenang, seperti klorpromazin, haloperidol (tidak diberikan pada anak usia kurang dari 3 tahun), diazepam, dan alprazolam, untuk meringankan gejala tersebut. Sedangkan obat berisi kandungan amitriptilin, buspiron, metilfenidat, atau risperidon biasa diberikan pada penderita autis yang cenderung tidak bisa diam (hiperaktif) dan kadang bersikap impulsif seperti banyak bicara dan tertawa berlebih-lebihan.
Sebagian besar obat untuk terapi biologi pada penderita autis merupakan golongan psikotropika dan kerap digunakan untuk pengobatan gangguan psikis lainnya. Baik dosis maupun frekuensi pemakaian harus di bawah pengawasan dokter. Apalagi risiko dan efek samping pemakaian obat psikotropika tergolong cukup berbahaya, terutama jika penderita autis adalah balita atau anak-anak. Namun, adakalanya prilaku anak autis tidak mengganggu lingkungan di sekitarnya, sehingga tidak memerlukan pengobatan menggunakan obat golongan psikotropika.

Terapi perilaku (behavioral treatment)

Behavioral treatment sangat berpengaruh pada perkembangan anak autis lebih lanjut. Tidak semua anak autisme mengalami gangguan komunikasi, interaksi, ataupun perilaku. Pada penderita atau anak yang masih tergolong autis ringan atau sedang umumnya hanya mengalami salah satu gangguan tersebut. Segala tindakan/intervensi pun disesuaikan dengan kekurangan yang dialami penderita autis dan semakin dini intervensi atau terapi perilaku dilakukan akan semakin baik.

Ibu Penggiat Literasi *

Begitu mendengar kata literasi, barangkali yang terlintas dalam pikiran sebagian besar orang adalah membaca. Padahal literasi merujuk pada kemampuan berbahasa seseorang. Literasi meliputi empat aspek yakni membaca, menulis, menyimak, dan berbicara.

keterampilan berbahasa : tulis, baca, simak, bicara
Empat keterampilan berbahasa. Sumber: twitter ivan lanin

Lantas, mulai kapan kemampuan literasi harus dipelajari seorang manusia?. Sedini mungkin. Semenjak seorang manusia mulai belajar bicara, mendengarkan, menulis, dan membaca.  Seorang anak memulai mengasah kemampuan literasi sejak tahun pertama kehidupannya. Rumah menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar literasi. Orangtua, pengasuh, keluarga inti punya peran besar.
#LiterasiKeluarga, yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional, merujuk pada keterlibatan keluarga sebagai #sahabatliterasi yang berperan serta mengasah kemampuan literasi anak di rumah.
Untuk usia pra-sekolah, ada 2 hal  mulai bisa diasah yaitu: mendengar dan berbicara. Lalu, apa yang seharusnya bisa anak-anak dengar dan bicarakan di usia dini?. Salah satunya, dengan mendengarkan bacaan/cerita dari orangtua. Kegiatan, yang di kemudian hari ketika anak-anak sudah bisa bersekolah, akan membawa anak memiliki minat membaca dan menulis.
Menumbuhkan minat baca ini memang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi Indonesia. Hasil survey UNESCO tahun 2016 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan minta baca terendah kedua di dunia. Indonesia berada di urutan 60, satu tingkat d atas Botswana yang berada di urutan paling akhir.  Bandingkan dengan celoteh netizen Indonesia di media social. Warga Jakarta, melalui media sosial twitter,  dinobatkan sebagai kota paling cerewet didunia, mengalahkan Tokyo, London, dan New York, yang berada berurutan di bawah Jakarta.
                Tapi, seperti sebuah pepatah, “kita tidak bisa memperbaiki masa lalu, tapi kita selalu bisa memperbaiki masa depan”. Suatu saat, Indonesia harus bisa berada diperingkat yang lebih baik dalam urusan minat baca warganya. Orangtua, khususnya emak-emak seperti saya, punya kesempatan dan kewajiban menumbuhkan minat baca dan meningkatkan  kemampuan literasi, untuk generasi yang lebih baik di masa depan.
Saya sebagai ibu-ibu yang gemar membaca, dan memiliki dua anak yang masih berusia balita, merasakan sendiri bagaimana menanamkan kecintaan membaca pada anak itu susah-susah gampang. Susahnya dua kali, gampangnya sekali ☺.
tips ibu menanamkan literasi membaca anak
Tips bagi Ibu Untuk Menanamkan Literasi Membaca Pada Anak

Where will you stay?* #32 Menginap di Hotel Roditha Banjarbaru dan Hotel Ibis Style Braga, Bandung



“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bad, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more
Lagi-lagi, saya masih punya kesempatan untuk melanjutkan serial where will you stay? ini. Yang artinya, saya masih punya diberi kesempatan untuk menginap di tempat-tempat baru. Alhamdulillah.

HOTEL RODITHA, BANJARBARU, BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN
Jln. Ahmad Yani KM 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714

Ini pengalaman pertama saya berkunjung ke Kalimantan Selatan.  Berangkat jumat pulang minggu,  saya bahkan gak sempat ke Banjarmasin. Saya cuma ke Banjarbaru, karena saya akan menghadiri acara di Universitas Lambung Mangkurat. Sepanjang perjalanan dari Bandara, yang kebetulan terletak di tengah-tengah antara Banjarmasin dan Banjarbaru, saya sangat excited, karena Kalimantan Selatan sepi banget (dibadingkan dengan Kalimantan Timur)!.  Apalagi di Banjarbaru, walau saya gak sempat explore kemana-mana,karena males dan saya hanya pergi sendirian, lalu lintasnya sangat lengang.  Hanya terlihat ramai pada jam pergi dan pulang kantor aja.
Kamar Hotel Roditha Banjarbaru
kamar- Hotel Roditha Banjarbaru

                Kembali ke review hotel Roditha Banjarbaru, Kalimantan Selatan.  Jadi, memang tak banyak chain hotel well-known di Banjarbaru ini. Berbeda dengan Kota Banjarmasin yang punya pilihan hotel lebih banyak. Di Banjarbaru cuma ada Novotel, yang persis di dekat bandara dan jauh dari pusat kota banjarbaru, kemudian ada Fave Hotel Banjarbaru, yang rate nya terbilang murah, dan ternyata masih cukup jauh juga ke pusat kota (Q Mall Banjarbaru),
                Lokasi hotel Roditha paling menguntungkan karena terletak dekat sekali dengan Perempatan Tugu Ahmad Yani, persis di seberang Auditorium Universitas Lambung Mangkurat. Kalau boleh dikasih bintang, saya kasih bintang lima untuk lokasi Hotel Roditha Banjarbaru ini. Meski bukan chain hotel nasonal, tapi di Kalimantan Selatan, Hotel Roditha punya beberapa cabang. Harga menginap per malamnya antara 350K-450K.     
 Lobi Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin
Lobi- Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin

                Ukuran kamar luas, dengan ornament yang (keliatan) sudah berumur.  Selain amenities standard, kamar Hotel Roditha  juga dilengkapi kulkas, yang baru nyala kalau tamu request. Jadi saya terpaksa telepon resepsionis dulu, dan nanti ada bagian layanan servis yang datang untuk menyalakan kulkas, karena lokasi socket listriknya ada di belakang lemari, sehingga lemarinya harus digeser dulu.
                Highlight satu lagi dari Hotel Roditha, yakni menu sarapan paginya yang beragam dan enak-enak. Sedikit di atas standard hotel bintang tiga (3).
                Selama di Banjarmasin, selain menghadiri acara utama, saya cuma sempat  jalan ke Qmall Banjarbaru, ke Pasar Martapura yang banyak pilihan oleh-oleh, dan Ke Makam KH. Zaini di Martapura, Kalimantan Selatan.  Makam KH. Zaini ini akrab disebut Makam Guru Sekumpul.  Sebenarnya gak ada rencana ziarah, tapi begitu searching di google, ternyata Makam Guru Sekumpul ini merupakan atraksi yang paling dekat. Naik gojek dari Makam Guru sekumpul ke Hotel Roditha Banjarbaru ongkosnya hanya 15 ribu rupiah.  Mungkin detail cerita saya jalan-jalan ini lengkapnya akan saya ceritakan di postingan yang lain.

Kamar Twin Hotel Roditha
Kamar Twin Hotel Roditha

 Lobi Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin
Lobi Hotel Roditha Banjarbaru, Banjarmasin

               


HOTEL IBIS STYLE BRAGA, BANDUNG
Jln. Braga NO.8, Braga, Bandung, Jawa Barat, 40111
       
        Jadi saat merencanakan akan liburan ke Bandung, saya sudah mengerucutkan pilihan, hanya akan menginap di hotel daerah Braga. Alasannya : Lokasi strategis ke Asia Afrika dan Alun-Alun Bandung. Enak kalau mau jalan kaki terutama di malam hari. 
        Di Braga, cukup banyak pilihan hotel. Yang famous, Ibis Style, Artotel, Aston, dan Fave Hotel.  Yang sesuai budget ya Fave Hotel dan Ibis Style. Dari hasil melihat review dan komentar positif akhirnya saya memutuskan memesan hotel Ibis Style Braga Bandung di tiket.com, apalagi waktu itu ada promo tambahan diskon 15% dari rate awal. Lumayan banget.
Morning View dari Kamar Hotel
Morning View dari Kamar Hotel


Cara Memperpanjang Sertifikat Kompetensi Apoteker



Tahun 2019 ini sepertinya an endless struggle berkutat dengan borang. Ada banyak borang yang harus diselesaikan, mulai dari borang akreditasi program studi, borang resertifikasi kompetensi apoteker, sampai DUPAK  jabatan fungsional dosen.                
                Tahun ini sudah kedua kalinya saya memperpanjang sertifikat kompentensi. Perpanjangan pertama pada Desember 2014 silam melalui Ujian Sertifikasi Kompetensi Apoteker di Jakarta. Waktu itu biayanya 1.500.000 rupiah. Sekarang namanya sudah berubah menjadi OSCE (tapi bukan OKE OSCE yak) dengan biaya membengkak sekitar 3.500.000 rupiah. Belum lagi karena sekarang saya berdomisili di Pulau Kalimantan, sementara OSCE hanya dilakukan di kota-kota besar di Pulau Jawa, yang berarti butuh dana tambahan untuk transportasi dan akamodosi. Cara lain untuk memperpanjang sertifikat kompetensi apoteker dengan menyusun borang.  Mengisi borang untuk resertifikasi  sertifikat kompetensi apoteker ini lebih ribet, namun tentu saja lebih ekonomis  ketimbang mengikuti OSCE.
Tambahan SKP Praktek Kefarmasian diluar 50 SKP kehadiran apoteker
Tambahan SKP Praktek Kefarmasian diluar 50 SKP kehadiran apoteker 


                Nah sekarang saya akan ceritakan tata cara pengisian borang sertifikat kompentensi apoteker  beserta lampirannya secara garis besar. Sebenarnya pengisian borangnya sendiri gak lama. Yang lama adalah MEMAHAMI CARA MENGISI BORANG resertifikasi apotekernya.  Kebetulan saya memiliki beberapa contoh borang resertifikasi dari teman-teman sejawat.  Walaupun sekilas borangnya sama, tapi ada beberapa format yang sedikit berbeda.  Nah saya akan rangkum garis besar cara mengisi borang resertifikasi apoteker ini, sehingga biarpun detailnya ada perbedaan, namun intinya sama. Memahami cara mengisi borang ini penting, karena kalau sudah paham, mengerjakannya akan lebih cepat. Bahkan ada beberapa PC IAI dan PD IAI daerah tertentu yang mengadakan workshop mengenai cara mengisi borang ini.


daftar kelengkapan berkas untuk borang sertifikasi apoteker
Kelengkapan berkas utama untuk borang sertifikasi apoteker


                Untuk memudahkan, akan saya jabarkan per point di bawah ya.
  1. Borang resertifkasi ini berisi apa saja yang kita lakukan selama 5 tahun ke belakang terkait pekerjaan dan kompetensi sebagai Apoteker. Form borang yang diisi agak berbeda tergantung  spesifikasi kamu bekerja dimana.  Secara garis besar dibedakan menjadi 3: industri, PBF/distributor, dan komunitas (RS dan apotek). Dan file yang harus diisi hanya 2 file yakni : file borang dan portofolio.
  2. Borang harus memenuhi 150 SKP dan meliputi 3 unsur yakni : pekerjaan (praktik kefarmasian), pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Setiap unsur harus memiliki bukti/lampiran.
  3. Unsur pertama praktek kefarmasian. Kalau Kawan bekerja dan sudah berpraktek/mengimpementasikan ilmu kefarmasiannya, maka kedatangan saat jam kerja  selama 5 tahun ke belakang sudah bisa dapat 50 SKP (maksimal). Lampiran bukti : daftar hadir selama 5 tahun. Kalau gak punya daftar hadir atau daftar hadir sudah hilang, ya tinggal bikin lagi daftar hadir di excel .
  4. Unsur praktek kefarmasian : setelah mendapat 50 SKP dari kehadiran, apoteker bisa  menambah perolehan SKP, misalnya kalau bekerja di Apotek, ada banyak aspek/kegiatan untuk menambah SKP (tentu dengan lampiran/bukti).  Misalnya :  Penyimpanan dan Pemesanan Perbekalan Farmasi (bukti :SOP), Menjadi Pendamping Minum Obat (bukti: inform consent), mematuhi peraturan organisasi terkait praktik kefarmasian (bukti: papan nama praktik dan jas praktik).
  5. Unsur Praktek Pembelajaran : ini diperoleh dari berbagai seminar /workshop/konferensi dan kegiatan seputar kefarmasian yang tujuannya menambah kompetensi apoteker dan tentu saja ber SKP. Praktek pembelajaran yang telah diikuti apoteker diisi di Form Portofolio Apoteker (PPA).  Di portofolio ini apoteker mengisi detail acara mulai dari tanggal seminar, pelaksana, topik, hingga jumlah SKP yang diperoleh. Selain itu, ada juga pertanyaan di lembar LPP 1, LPP 2, dan LPP 3 meliputi pertanyaan refleksi, persiapan, pelaksanaan, hingga tahap evaluasi dari masing-masing seminar/kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh, dari rekapitulasi portofolio saya mengikuti 13 seminar berSKP, namun lembar LPP 1, 2, dan 3 nya hanya saya sampling ambil 3 dari 13 kegiatan pembelajaran yang telah saya ikuti.  Kemudian jangan lupa semua sertifikat discanning, dijadikan satu file PDF.
  6. Untuk Pengabdian Kepada Masyarakat : ini adalah unsur kecil namun wajib ada dalam borang resertifikasi apoteker.  Minimal setidaknya sudah mengikuti 2 kegiatan pengabdian kepada masyarakat (2 SKP). Berhubung saya tidak pernah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dari IAI, saya tetap bisa mengklaim kegiatan pengabdian masyarakat yang saya lakukan dari kampus asal ada buktinya : berupa laporan kegiatan. Untuk lampiran kegiatan pengabdian masyarakat ini juga bisa berupa foto kegiatan atau sertifikat.
Lembar Rencana Pengembangan Diri (RPD) Apoteker 5 tahun ke depan
Lembar Rencana Pengembangan Diri (RPD) Apoteker 5 tahun ke depan


Kalau sudah dirangkum ternyata tidak terlalu ribet. Saya sendiri menghabiskan waktu hampir satu bulan untuk menyelesaikan borang ini, karena memang banyak terdistraksi dengan kegiatan lain. Kalau fokus dan memang benar-benar meluangkan waktu, saya rasa gak sampai 1 minggu selesai.
Kalau mau dirunut , kawan hanya butuh 4 (empat) langkah untuk menyusun borang sertifikasi :
A) siapkan berkas KTP, kartu IAI, sertifikat kompetensi, STRA, ijasah, surat rekomendasi IAI untuk mengisi lembar identitas di file borang dan portofolio lalu scan dan jadikan satu file PDF.
B) siapkan semua sertifikat seminar/workshop dan sejenisnya untuk mengisi  portofolio  dan borang  (nomor sertiifikat, waktu, pelaksana, topic, jumlah SKP), dan bersiap menjawab LPP1, LPP2, dan LPP3.
C) Kumpulkan kembali bukti absen 5 tahun ke belakang, atau kalau hilang, ya bikin lagi absen 5 tahun ke belakang (file absen ini juga dijadikan lampiran).
D)  siapkan file file lampiran terkait unsur praktek kefarmasian dan pengabdian masyarakat mulai dari resep, daftar tilik skrining resep (DTSR), SOP, inform consent pasien, foto papan nama apoteker, foto mengenakan jas praktek, foto saat pengabdian masyarakat, dsb.  Untuk bukti yang jumlahnya banyak banget seperti DTSR dan resep, lampirkan hanya beberapa saja, yang penting sudah ada alat bukti.
E) you’re done!
Lembar Pertanyaan Reflektif untuk masing-masing kegiatan pembelajaran
Lembar Pertanyaan Reflektif untuk masing-masing kegiatan pembelajaran



Untuk PC IAI Samarinda, semua berkas borang diserahkan dalam bentuk softfile ke Sekretariat PC IAI Samarinda di Stikes Samarinda. Bentuk softfile nya bisa diburning ke CD atau lewat Flashdisk.
      Sementara ada beberapa PC IAI di kota lain, ada yang  mensyaratkan dokumen vital borang seperti FC Ijasah, FC Surat Sumpah Apoteker, FC KTP, dan FC Sertifikat Kompetensi diserahkan dalam bentuk hard file. Jadi tergantung PC dan PD IAI masing-masing daerah ya. 
                Alhamdulillah, update per tanggal 20 Juli 2019 kemarin dihubungi  verifikator borang                bahwa SKP saya sudah lengkap diverifikasi, dan tinggal menunggu proses selanjutnya (yang              mudah-mudahan lancar sampai sertifikat kompetensi apoteker terbaru terbit.
                Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi teman sejawat.  Kalau ada yang mau                       ditanyakan, silahkan komen di bawah ini.

Update : Alhamdulillah sertifikat kompentensi yang baru sudah jadi dan sudah saya ambil akhir Agustus 2019. Perpanjangan sertifikat kompetensi dengan pengisian borang tetap dikenakan biaya. Dan biayanya tergantung dari jumlah SKP yang kurang. Saya sendiri membayara 45K untuk perpanjang sertifikat kompetensi kali ini. 


Samarinda, Juli 2019

Kenapa Disebut Pomegranate dan Bukan Buah Delima?



“Buah delima”, sudah saya kenal sejak kecil. Seingat saya, delima dulu menjadi buah ‘tak dianggap’, jarang dikonsumsi, dan seringnya saya jadikan bahan dalam acara main ‘masak-masakan’.
“Pomegranate”, saya baru kenal beberapa tahun belakangan. Saat iklan di televisi berlomba-lomba menyebut nama ini. Yah…mungkin orang Indonesia lebih suka menggunakan istilah yang terkesan rumit agar memiliki citra lebih keren. Tapi tak masalah apapun namanya, mari kita ungkap kehebatan si delima.
pomegranate alias buah delima
Pomegranate Fruit alias Buah Delima. Picture source
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.ericstrins.com . Powered by Blogger.